Pengusaha Ingin Jokowi-Maruf Ubah Iklim Investasi

Presiden Joko Widodo harus mengubah iklim investasi di Indonesia. Menurut dia, lambatnya implementasi reformasi birokrasi terkait perizinan menjadi ke

Pengusaha Ingin Jokowi-Maruf Ubah Iklim Investasi
tangkap layar KompasTV
Joko Widodo (Jokowi) melakukan pidato sebagai presiden terpilih di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019) malam ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas), Mulyadi Siregar, mengatakan Presiden Joko Widodo harus mengubah iklim investasi di Indonesia. Menurut dia, lambatnya implementasi reformasi birokrasi terkait perizinan menjadi kendala untuk investasi.

"Salah satu menjadi harapan kami yang tergabung di Permunas, dimana anggota banyak di sektor UMKM bahwa ke depan ada keberpihakan langsung dan khusus demi meningkatkan peran UMKM terutama di skala eksport," kata Mulyadi, di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Pernyataan itu menanggapi pidato Presiden Joko Widodo bertajuk "Visi Indonesia". Pada hari Minggu (15/7/2019) kemarin Jokowi menyampaikan lima garis besar program selama lima tahun ke depan.

Baca: Update The International 2019, 18 Tim Profesional Siap Bertarung

Baca: Maqdir Ismail Kecewa KPK Melanjutkan Proses Hukum Terhadap Sjamsul Nursalim

Baca: Di Hadapan Santri Ponpes Lirboyo, Hotman Paris Beberkan Kasus Ikan Asin dan Beri Warning Penting ini

Lima garis besar program tersebut, yaitu pertama melanjutkan pembangunan Infrastruktur menjangkau ke daerah-daerah, kedua pembangunan sumber daya manusia, ketiga membuka peluang investasi, keempat reformasi birokrasi dengan menyederhanakan izin dan kelembagaan, kelima pemanfaatan APBN fokus dan tepat sasaran.

Menurut Mulyadi, masih banyak sektor-sektor sektor usaha UMKM yang bernilai eksport belum terkelola dengan baik. Untuk itu, kata dia, periode kedua kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki peluang besar mendorong UMKM naik kelas sebagai penyumbang utama PDB nasional.

Selain itu, dia menilai, pidato kemenangan Jokowi di Sentul Bogor tersebut mengimbau para pembantunya untuk menekan impor dan meningkatkan volume eksport demi menutupi defisit neraca perdagangan selama 2019 ini.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved