Penguatan Sumber Daya Manusia Menurut Okky Asokawati di Pidato Jokowi

Penguatan SDM, lanjutnya dengan sejumlah program prioritas seperti peningkatan terhadap kesehatan ibu hamil, bayi , balita dan anak usia dini.

Penguatan Sumber Daya Manusia Menurut Okky Asokawati di Pidato Jokowi
ISTIMEWA
Presiden Jokowi di acara Visi Indonesia yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Pidato Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Jokowi akhir pekan lalu, Minggu (14/7/2019) disambut baik oleh berbagai pihak. Meski begitu, politisi Partai NasDem Okky Asokawati menilai perlunya evaluasi atas sejumlah hal selama lima tahun terakhir, khususnya di bidang penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Penguatan SDM, lanjutnya dengan sejumlah program prioritas seperti peningkatan terhadap kesehatan ibu hamil, bayi , balita dan anak usia dini.

"Program prioritas Presiden Jokowi dalam hal kesehatan ibu hamil, bayi, balita dan anak usia dinia merupakan langkah tepat untuk memastikan bonus demografi kita pada tahun 2035 mendatang," ujar Okky, Selasa (16/7/2019).

Baca: Mengaku Sebagai Ibu Kandung, Wanita 40 Tahun Terciduk Polisi Berduaan di Hotel dengan Remaja Pria

Menurut anggota Komisi IX DPR RI dua periode ini sejumlah program yang disampaikan Jokowi itu bukanlah hal yang sama sekali baru. Menurut dia, dalam lima tahun terakhir program serupa juga muncul.
"Bedanya, selama lima ini kurang ada penajaman dan fokus pada program yang berkelanjutan. Kesan asal ada kegiatan sulit untuk dibantah," kata Okky memberi catatan.

Ia mencontohkan program pemberian biskuit oleh Kementerian Kesehatan terhadap ibu hamil dan balita serta anak sekolah, apakah program tersebut pernah dilakukan evaluasi terkait dengan dampak analisis atas program tersebut.

Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati mengatakan terkait peraturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ‘sebulan telat bayar langsung non aktif’, sebaiknya dilakukan uji publik terlebih dahulu, Senin (19/09/2016).
Okky Asokawati

"Program yang berbiaya mahal itu hingga saat ini saya belum mendengar bagaimana analisa dampak atas program tersebut. Mestinya, setiap kegiatan harus dievaluasi terkait dengan dampak positif bagi masyarakat," tegas model senior ini.

Selain masalah tersebut, Okky juga mencatat praktik pernikahan dini yang belakangan banyak mendapat ekspose oleh media yang terjadi di sejumlah daerah harus menjadi catatan penting bagi pemerintah karena terkait secara langsung terhadap program prioritas yang disampaikan Presiden Jokowi.

"Pernikahan dini harus menajdi isu yang mendapat penajaman oleh lintas sektoral. Karena dari pernikahan dini ini memberi efek turunan seperti stunting, kerawanan kesehatan anak dan ibu, kekerasan seksual serta munculnya ancaman penyakit lainnya," tegas Okky.

Baca: Okky Asokawati Tanggapi Terbitnya Permenkes No 51: Intensif Sosialisasikan ke Publik

Baca: 6 Hal yang Ditekankan Jokowi untuk Kembangkan Destinasi Wisata Prioritas

Di bagian akhir Okky berharap tak ada lagi ego sektoral antar kementerian lembaga terkait dengan pelaksanaan program prioritas yang dicanangkan Presiden Jokowi selama lima tahun ke depan. Menurut dia, pengawasan terhadap program kerja juga mutlak dilakukan.

"Sebaik apapun rencana kerja, namun jika tidak ada pengawasan, maka akan berpotensi mengendur. Pengawasan harus senantiasa dilakukan baik dari internal pemerintahan maupun dari eksternal," kata Okky.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved