Bersihkan BUMN dan Kementerian dari Paham Radikalisme

Samsul juga mengajak semua pihak untuk memantau dan memonitoring kegiatan yang terindikasi radikalisme

Bersihkan BUMN dan Kementerian dari Paham Radikalisme
istimewa
Samsul B Ibrahim, Wakil Ketua Umum DPP Teman Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPancasila adalah Rumah Indonesia Bersama dan secara  tegas  harus   menjaga Pancasila terutama dari ancaman radikalisme.

Paham Radikalisme ancaman serius bagi Pancasila, Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI. 

Samsul B Ibrahim, Wakil Ketua Umum DPP Teman Jokowi menyatakan, sependapat dengan  pidato Visi Indonesia yang dibacakan Presiden Indonesia terpilih Jokowi periode 2019 – 2024 pada hari Minggu. 14 Juli 2019 di SCC Sentul. Bogor.

Jokowi menyatakan, Pancasila adalah rumah kita bersama, tidak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila dan mempermasalahkan Pancasila.

Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau berbhineka tunggal ika.

Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan, tidak toleran pada agama, suku, etnis lain.

Samsul menegaskan berdasarkan Pidato Visi Indonesia tentang Rumah Pancasila dan melihat laporan-laporan tentang radikalisme, khususnya yang berada di BUMN dan Kementerian maka sudah saatnya pemerintah membersihkan seluruh BUMN dan Kementerian yang terindikasi paham Radikalime.

"Ini merupakan tugas serius demi menjaga Rumah Kita Bersama, Pancasila dan NKRI. Jadi tidak bisa dianggap sepele dan setengah-setengah," kata Samsul dalam keterangannnya, Selasa (16/7/2019).

Samsul juga mengajak semua pihak untuk memantau dan memonitoring kegiatan yang terindikasi radikalisme yang juga bisa masuk melalui pendidikan dan kemasyarakatan.

Samsul.juga mengutip berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Wahid Institute pada 31 Oktober 2018, sebanyak 0,4 persen warga Indonesia pernah melakukan kegiatan radikal.

Berdasrkan hasil survei tersebut, sebanyak 39 mahasiswa di kampus besar di 15 provinsi tertarik paham radikalisme. Dan yang menyedihkan 7,7 persen orang Indonesia mau bertindak radikal. 

Sementara berdasarkan laporan Staf Khusus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Arief Tugiman menyampaikan ada 100 masjid yang dimiliki gabungan kementrian, lembaga, dan BUMN yang terindikasi radikalisme.

"Berdasarkan data  kurang lebih sekitar 50 penceramah yang sudah masuk kedalam masjid-masjid tersebut dan sudah terindikasi paham radikal. Kondisi sangat memprihatinkan," kata Samsul. 

Samsul mengatakan, pidato Bapak Jokowi tentang Rumah Kita Pancasila dan NKRI adalah sikap tegas beliau menjaga dari ancaman radikalisme.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved