Kabinet Jokowi

Kabinet Kerja Jilid II, Jokowi-Maruf Butuh Sosok Berpengalaman di Posisi Menteri

Presiden Joko Widodo telah mengisyaratkan, akan ada menteri di Kabinet Kerja yang akan kembali mengemban tugas di kabinet periode 2019-2024.

Kabinet Kerja Jilid II, Jokowi-Maruf Butuh Sosok Berpengalaman di Posisi Menteri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden terpilih Periode 2019-2024 Joko Widodo menjabarkan Visi Nasional di Sentul Internationel Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). Acara yang bertema 'Visi Indonesia' tersebut digagas oleh relawan pendukung untuk menjabarkan visi nasional Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin yang merupakan gamabran program kerja masa bakti 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober 2019, sejumlah nama menteri beredar. Diantaranya merupakan menteri-menteri yang sudah masuk di Kabinet Kerja Jilid I.

Presiden Joko Widodo telah mengisyaratkan, akan ada menteri di Kabinet Kerja yang akan kembali mengemban tugas di kabinet periode 2019-2024.

Ketua Forum Rekonsiliasi Masyarakat Indonesia, Eka Gumilar, mengatakan untuk menjaga kondisi stabilitas di dalam negeri, maka sosok menteri berpengalaman diperlukan.

Salah satunya, yaitu Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

Baca: Tim Respon Bencana Sempat Alami Kendala Jangkau Korban Gempa di Halmahera Selatan

Baca: Angel Lelga Semringah Usai Tanyakan Kelanjutan Kasus Penggerebekan oleh Vicky Prasetyo pada Polisi

Baca: Komisoner KPI Terpilih Aswar Hasan Bantah Pernah Berafiliasi dengan HTI

"Sosok Menhan seperti Ryamizard Ryacudu masih sangat diperlukan," kata Eka, Rabu (17/7/2019).

Dia menilai sosok Ryamizard Ryacudu merupakan seorang negarawan. Ryamizard bersedia menjadi perwakilan pemerintah menerima kunjungan PA 212 pada Juni 2019 lalu.

Ini merupakan contoh tindaklanjut 'agenda rekonsiliasi politik' Jokowi di level pendukung Prabowo yang diharapkan menjadi rintisan gerakan di level lembaga dan kementerian lain.

Menurut dia, sumber pertahanan terpenting saat ini adalah persatuan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, kata dia, jika rakyat bersatu maka Indonesia menjadi negara terkuat di dunia.

"Saya menilai, beliau berhati bapak, mampu menjadikan kelenturan dan kesejukan menjadi kekuatan," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved