Kabinet Jokowi

Wasekjen PPP Sebut Jokowi Minta Sembilan Nama Untuk Posisi Menteri

Achmad Baidowi mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta daftar nama menteri dari PPP

Wasekjen PPP Sebut Jokowi Minta Sembilan Nama Untuk Posisi Menteri
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta daftar nama menteri dari partai berlambang Kakbah tersebut.

Bahkan, Jokowi disebut meminta sembilan nama dari kader PPP untuk dipilih masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

Hal itu disampaikan Baidowi saat menceritakan pertemuan jajaran DPP PPP saat bertandang ke Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Baca: Mendagri Sebut Posisi Wakil Gubernur DKI Kuncinya Ada di DPRD dan Partai Pengusung

Baca: Sri Sultan HB X Kembali Bicara Terkait Proyek Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo, Ini Katanya

Baca: Kementerian PUPR Izinkan Studi Kelayakan Jalan Tol Cikunir-Ulujami

Baca: Harga Gila yang Diajukan Man United ke Madrid untuk Pogba

"Waktu ke Istana pak Jokowi bilang PPP ini layak minta sembilan nama. Sembilan nama tergantung PPP siapa," kata Achmad Baidowi saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Meski begitu, Baidowi menegaskan, partainya belum menyiapkan nama-nama yang diminta Jokowi.

Ia mengatakan, pihaknya menunggu kebutuhan Jokowi dalam menetukan pos menteri mana yang siap diisi PPP.

"Nah kita tunggu Pak Jokowi sembilan nama itu kebutuhannya apa, jangan sampai semua nama kita ajukan sarjana pertanian semua," ungkapnya.

Anggota Komisi II DPR itu menegaskan, PPP tidak mengincar pos menteri tertentu.

Pihaknya menyerahkan kepada Jokowi untuk memutuskan.

Sebab, PPP tidak melulu harus mendapatkan kursi Menteri Agama.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved