Bantah Mempercantik Foto di APK Pemilu, Evi Apita Maya: Masak Saya Pasang Foto Saat Bangun Tidur

Menurut Evi, wajar apabila setiap peserta pemilu menampilkan foto wajah terbaik dalam APK.

Bantah Mempercantik Foto di APK Pemilu, Evi Apita Maya: Masak Saya Pasang Foto Saat Bangun Tidur
Capture Youtube
Evi Apita 

"Kita lihat saja pengadilan, apa kami punya bukti dan testimoni serta lainnya," aku Farouk Muhammad.

Pelapor mengungkapkan, tuntutan yang diajukannya ke MK merupakan sifat yang kualitatif, tak bisa dihitung dengan suara sekian.

"Namanya jujur dan terbukti curang betapa kecilnya kecurangan itu mencederai nilai demokrasi. Mau dibiarkan ya silahkan tetapi saya kasihan dengan generasi muda di masa depan," papar Farouk Muhammad.

 

Saat ditanya mengapa baru mempermasalahkan foto Caleg DPD NTB saat ini padahal tahapan pemilu panjang, Farouk Muhammad pun menjawabnya.

"Saya balik bertanya, apa ada kewajiban kami untuk mengoreksi foto orang lain?

Waktu itu kami hanya datang untuk membubuhkan paraf dibawah foto yang akan dipasang di kertas suara, jadi tak ada untuk mengcek foto orang lain. Itu kewajiban KPU," jelas Farouk Muhammad.

Warga Mencoblos Evi Apita karena fotonya menarik

Soal foto Evi Apita sendiri menjadi salah satu sorotan dalam pleno KPU NTB kali ini, sebab foto Evi Apita diedit sedemikian rupa menjadi menarik.

Bahkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah sempat membicarakan mengenai foto calon anggota DPD Evi Apita di sela-sela pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di Pendopo Gubernur.

"Banyak yang memilih karena melihat foto yang menarik dalam pemilu kita," seloroh Gubernur NTB Zulkieflimansyah (23/4/2019) lalu.

Warga yang usai memilih pun mengaku memilih anggota DPD yang fotonya cantik karena tak mengenal seluruh calon anggota DPD.

"Saya pilih yang paling cantik saja kalau saya, lihat fotonya, dan kelihatan menarik, itu yang saya coblos," ungkap Jama'ah, warga asal Lombok Barat.

Menangapi laporan pengunaan foto tersebut, Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan hal itu bukan ranah rekapitulasi, serta foto itu sudah sesuai dengan mekanisme pendaftaran calon.

"Kenapa kita tetapkan dengan foto itu? Ya..memang fotonya dia dan sudah diparaf juga, kan. Kalau dia (Evi Apita) menyatakan itu foto dia dan ada paraf, itu sah," kata Suhardi.

"Aduan soal foto ibu Evi Apita Maya itu masuk dalam DC2 atau pengaduan dan sudah kita bacakan dan menjadi lampiran hasil pleno rekapitulasi kita." (Tribunnews/TribunJakarta)

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved