JK : Negara Ini Tetap Perlu Oposisi Agar Seimbang

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia tetap memerlukan pihak oposisi agar seimbang.

JK : Negara Ini Tetap Perlu Oposisi Agar Seimbang
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didamping Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik saat pembukaan perhelatan akbar pameran teknologi industri terbesar dan terlengkap di Indonesia; Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, Indo PoolTech, Indo Security, Indo Firex 2019 Expo & Forum dan Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) Jakarta 2019 yang berlangsung di Jakarta Convention Center Rabu pada tanggal 17-19 Juli Pameran yang diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama menampilkan teknologi terkini bidang industri air, air limbah, pengelolaan limbah, energi baru terbarukan, kolam renang, keamanan, proteksi kebakaran, SAR, penanggulangan bencana, K3 dan pengembangan kota cerdas. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia tetap memerlukan pihak oposisi agar seimbang.

JK beralasan, selain ada partai koalisi yang mendukung jalannya pemerintahan, negara juga memerlukan oposisi sebagai pengawas.

Hal itu disampaikan JK, menyusul adanya sinyal merapatnya kubu Prabowo ke koalisi Jokowi - Maaruf Amin.

"Negeri demokrasi ini perlu keseimbangan (oposisi dan koalisi). Tidak mengatakan (Gerindra kalau jadi oposisi) lebih baik, tapi perlu keseimbangan," ujar JK di kawasan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

JK menambahkan, baik menjadi opisisi maupun koalisi dibutuhkan tekad yang solid diantar partai politik.

"Ya soal koalisi itu ditentukan harus dua belah pihak, baik oleh Gerindra juga tentu apalagi pihak partai pemerintah, nanti ya dilihatlah, tapi negeri ini demokrasi perlu keseimbangan," ujar JK.

Hari ini pula diketahui, ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengumpulkan semua anggota Dewan Pembina Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019).

Dalam pertemuan tersebut disebut-sebut menyinggung arah 5 tahun ke depan Partai berlambang Burung Garuda ini.

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa ada tiga poin yang dibahas dalam rapat tersebut.

Pertama membahas pembentukan tim untuk menseleksi calon Wakil Ketua DPR dan Calon Ketua DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dan Kota.

Kedua, rapat dewan pembina memutuskan adanya konsolidasi di internal Partai Gerindra secara menyeluruh. Mulai dari tingkat legislatif, struktur pengurus, hingga kader.

Sementara terakhir pada tingkat struktur atau kelembagaan akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved