Pengamat Desak Parpol Kirimkan Kader Terbaik dan Teruji untuk Duduk di Kursi Kabinet

Ray Rangkuti mendesak agar partai politik benar-benar mengirimkan kader terbaik untuk dicalonkan menduduki kursi kabinet.

Pengamat Desak Parpol Kirimkan Kader Terbaik dan Teruji untuk Duduk di Kursi Kabinet
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti, mendesak agar partai politik (parpol) benar-benar mengirimkan kader terbaik untuk dicalonkan menduduki kursi kabinet.

"Dalam rangka inilah perlu mendesak agar partai-partai mengirim kader terbaik mereka. Tiga syarat yang berulangkali diucapkan oleh Jokowi, kiranya dapat diperhatikan secara serius oleh partai. Kader-kader yang telah teruji berprestasi di publik, khususnya, bisa dipastikan oleh partai untuk dinominasikan duduk di kursi kabinet," ujar Ray, dalam keterangannya, Minggu (21/7/2019).

Menurutnya, kader yang telah teruji berprestasi di publik layak untuk diutamakan oleh masing-masing parpol untuk menjabat di kursi kabinet.

Salah satunya, kata dia, adalah mereka yang pernah menjadi kepala daerah berprestasi. Baik di tingkat kabupaten/kota atau propinsi.

Direktur Lingkar Madani Indonesia itu menilai para mantan kepala daerah yang berprestasi ini layak diutamakan, bukan saja karena kinerja mereka telah terbukti tapi sekaligus agar mekaniswa reward and punishment dalam partai juga berjalan.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PSIS Semarang vs Persib Bandung di Liga 1 2019, Adu Tajam NDouassel-Escobar

"Saya kira baik PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, memiliki Sederat nama yang layak diperhitungkan. Sebut saja ibu Risma, Azwar Anas dari PDIP, Dedi Mulyadi dari Golkar, dan lainnya. Nama-nama mereka sudah sangat dikenal cukup berprestasi dan menonjol dalam mengelola daerah masing-masing," kata dia.

"Anggota kabinet dari partai politik yang sekarangpun, beberapa diantara mereka juga layak dipertahankan. Agus Gumiwang dari Golkar, Siti Nurbaya dari Nasdem adalah sebagai contoh," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ray menilai jatah kursi kabinet tidak seharusnya diduduki oleh karena alasan kedekatan parpol dengan kadernya atau hal personal.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa parpol harus bertanggung jawab mengirimkan kader terbaik.

"Intinya, jatah kabinet bagi parpol hendaknya tidak dimanfaatkan oleh partai sekedar mendorong teman dekat, kerabat, dan sederet hubungan emosional lain. Partai harus juga memiliki tanggungjawab memberi kader terbaik mereka bagi bangsa dan negara ini," tuturnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved