Breaking News:

Ini Manfaat Alsintan yang Dibagikan Pemerintah untuk Petani

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan bahwa produksi jagung harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan akselerasi ekspor.

Kementerian Pertanian
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa mengatakan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dalam memacu produksi selama empat setengah tahun ini sukses mendongkrak kesejahteraan petani hingga menurunkan kemiskinan penduduk desa secara keseluruhan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus mendorong program pengembangan pertanian moderen. Salah satunya dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), mulai dari pengolahan sampai dengan tahap panen dan pasca-panen.

Banyak pihak bertanya-tanya, sejauh mana manfaat bantuan Alsintan bagi petani?

Bagi Nuril Huda, Petani Jagung asal Lamongan, Jawa Timur, bantuan Alsintan yang ia dapat setahun lalu sangat terasa manfaatnya. Menurutnya, memanfaatkan alat mesin pertanian berpengaruh pada peningkatan jumlah produksi hingga dua kali lipat.

"Misalnya bantuan mesin pengolahan -_rotary dryer_ sebagai alat pengering di saat jagung dalam keadaan basah. Buat kami itu sangat membantu sekali karena permintaan peternak tidak mungkin bisa ditunda," kata Nuril, Jumat (19/7/2019).

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan guna mensukseskan Program Selamatkan Lahan Rawa Untuk Kesejahteraan Petani (SERASI).
Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan guna mensukseskan Program Selamatkan Lahan Rawa Untuk Kesejahteraan Petani (SERASI). (Kementan)

Selain rotary, lanjut Nuril, para petani yang sebagian besar bermukim di Desa Bulungrengseih, Kecamatan Laren ini juga merasa terbantu dengan mesin traktor yang bisa mengolah tanah lebih cepat. Kondisi ini memudahkan petani untuk bercocok tanam, sekaligus memanen hasil.

"Kalau alsintan terus terang tidak ada masalah. Buat kami (para petani), bantuan tersebut sangat bermanfaat karena mampu berproduksi lebih cepat. Tentu semua bantuan ini harus kita apresiasi," katanya.

Namun begitu Nuril menyimpan sedikit harapan. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan bantuan bibit dan benih unggul.

"Pertama kita harapkan pemerintah turun langsung menanggulangi hama tikus yang bisa menyebabkan menyusutnya produksi. Kedua kita berharap pemerintah memberi bantuan benih unggul seperti sumo, ISI 18, ISI 2 dan prodak nsional termasuk SA, Sampurna dan Bima. Sebab benih yang ada saat ini kurang maksimal," pintanya.

Sekedar diketahui, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) juga mendistribusikan bantuan alat tanam jagung _corn planter_ dorong dan _corn planter implement_. Pada 2018, bantuan kedua alat itu mencapai 10.437 unit atau senilai Rp 38,4 miliar.

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan bahwa produksi jagung harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan akselerasi ekspor.

Dengan bantuan yang ada, dia juga berharap petani lebih giat dan bersemangat dalam bercocok tanam.

"Saya mengharapkan petani semangat melakukan usaha tani dengan memproduksi pangan lokal, serta mencintai produk dalam negeri. Apalagi kami mengemban visi dan misi sebagai institusi pendukung Direktorat Jenderal Komoditas, khusus jagung," katanya.

Komitmen PSP tersebut menyikapi produksi jagung di seluruh Indonesia yang mulai meningkat, khususunya di Kabupaten Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruan.

“Pemerintah juga akan meningkatkan bantuan," janjinya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved