Benarkah Amien Rais Pernah Bernazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta? Kata PAN hingga Catatan Nazar Amien

Lalu, benarkan Amien Rais pernah bernazar bakal jalan kali Yogya-Jakarta jika Jokowi menang Pilpres?

Benarkah Amien Rais Pernah Bernazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta? Kata PAN hingga Catatan Nazar Amien
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma/Garry Lotulung
Gantikan nazar Amien Rais jalan kaki Yogyakarta-Jakarta, Lilik pemuda asal Blora: Saya terketuk untuk menggantikan beliau. 

Namun demikian, Giman yang sehari-hari berjualan kue putu keliling ini harus mengubur niatnya berjalan bersama Amien Rais.

Menurut informasi dari petugas keamanan di rumah itu, Amien sudah bertolak ke Jakarta dengan menggunakan pesawat.

Setelah 20 menit berdiri di depan pagar rumah Amien Rais, Giman lantas memutuskan untuk pergi.

Dia lantas melangkah meninggalkan rumah Amien Rais dan melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta.

(Baca: "Ditagih Penuhi Nazar Jalan Kaki Jogja-Jakarta, Amien Rais Naik Pesawat")

3. Pernah Bernazar untuk Nazaruddin

Hingga saat ini belum ada penjelasan langsung dari keluarga Amien Rais soal kabar Amien Rais pernah bernazar jalan kaki Yogya-Jakarta jika Jokowi terpilih jadi Presiden.

Namun, dalam catatan Kompas.com, Amien pernah membuat nazar dan ia membayarnya dengan berjalan kaki. 

Hal itu berdasarkan pemberitaan Kompas.com pada 15 Agustus 2011.

Saat itu, mantan Ketua MPR, Amien Rais, berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia ke gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Senin (15/8/2011) sekitar pukul 21.00-22.00.

Politisi PDI Perjuangan Arif Wibowo (kiri) bersama politisi Golkar Melchias Marcus Mekeng (kanan) dan mantan politisi Demokrat Nazarudin (tengah) saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP Elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Politisi PDI Perjuangan Arif Wibowo (kiri) bersama politisi Golkar Melchias Marcus Mekeng (kanan) dan mantan politisi Demokrat Nazarudin (tengah) saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi KTP Elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia tidak sendiri, tetapi diiringi sekitar 50 orang fungsionaris Partai Amanat Nasional, partai yang dibidaninya semasa reformasi.

Lantas kenapa dia malam-malam jalan kaki?

"Saya bukan mencari sensasi, karena saya tidak mengundang wartawan. Ini hanya bentuk dukungan anak bangsa kepada Polri, KPK, dan kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus mantan bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin," katanya, sesaat setelah tiba di gedung PP Muhammadiyah dan meneguk segelas air mineral.

Baca: Gantikan Nazar Amien Rais, Lilik Pemuda Asal Blora: Saya Terketuk Menggantikan Beliau

Usut punya usut, ternyata aksi jalan kaki ini dilakukannya untuk memenuhi nazar yang pernah diusapkannya beberapa waktu lalu. Ia akan berjalan kaki dari Bundaran HI ke PP Muhammadiyah jika Nazaruddin yang saat itu buron di luar negeri, berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke Tanah Air.

Meski Nazaruddin sudah ditangkap, Amien mengingatkan bahwa persoalan penegakan hukum tidak selesai sampai di situ.

"Ini tahap awal, masih akan ruwet," katanya.

"Kita tidak apriori, tetapi kenyataan kemarin KPK lembek, tidak berani kalau tikusnya besar," lanjut Amien kala itu. 

Dukungan moral yang diberikannya, ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Ia kembali bernazar, kalau proses penegakan hukum terhadap diri Nazaruddin bisa transparan, tidak ada intervensi uang maupun kekuasaan, ia berjanji akan berjalan kaki dari Bundaran HI hingga Masjid Al Azhar.

(Baca: "Nazar, Amien Rais Jalan Kaki Malam Hari")

(Tribunnews.com/Daryono, Kompas.com/Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Penulis: Daryono
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved