Polemik Kasus Baiq Nuril

Komisi III DPR Gelar Rapat Internal Bahas Amnesti Baiq Nuril

Pembahasan surat permintaan pertimbangan tidak dilakukan dengan terburu-buru karena karena kejaksaan tidak akan mengeksekui Nuril segera.

Komisi III DPR Gelar Rapat Internal Bahas Amnesti Baiq Nuril
Vincentius Jyestha
Tangis Baiq Nuril pecah berharap amnesty diberikan saat sang putri yang menjadi paskibraka kibarkan Merah Putih, di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jl Sultan Hasanudin Dalam No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik mengaku belum tahu bagaimana pandangan fraksi-fraksi terhadap permintaan pertimbangan Amnesti untuk Baiq Nuril.

Surat dari presiden baru masuk ke Komisi III pada hari ini, Selasa, (23/7/2019).

"Belum tahu baru saja surat dibaca. Baru mau mulai rapat pleno, komisi 3 baru meganggendakan hari ini. Belum tahu,fraksi kan ada 10," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Komisi III akan langsung menggelar rapat internal membahas surat tersebut padapukul 13.00 Wib.

Pembahasan surat permintaan pertimbangan tidak dilakukan dengan terburu-buru karena karena kejaksaan tidak akan mengeksekui Nuril segera.

"Surat baru di bawa masuk ke komisi 3 baru dibahas, Kejaksaan saja engga cepat cepat mengeksekusinya, kenapa kalian mau cepat-cepat," pungkasnya.

Baca: PKS Soroti Pasal Karet UU ITE dalam Kasus Baiq Nuril

Baiq Nuril merupakan Guru Honorer di SMAN 7 Mataram. Kasusnya berawal pada 2012 lalu. Saat itu, ia ditelepon oleh kepala sekolahnya, Muslim.

Percakapan telepon tersebut mengarah pada pelecehan seksual. Karena selama ini kerap dituding memiliki hubungan dengan muslim, Nuril kemudian merekam percakapan tersebut pada telepon genggamnya.

Karena didesak teman-teman sejawatnya Nuril kemudian menyerahkan rekaman tersebut untuk digunakan sebagai barangbukti laporan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan oleh muslim ke dinas pendidikan setempat.

Akibat laporan tersebut sang Kepala Sekolah akhirnya dimutasi.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved