Penangkapan Terduga Teroris

Polisi Yakini Pasangan WNI Sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

Apalagi kedua pelaku masuk secara ilegal ke Filipina. Diketahui keduanya merupakan deportan dari Turki pada Januari 2017.

Polisi Yakini Pasangan WNI Sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri meyakini pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina, beberapa waktu lalu adalah 2 orang berstatus suami-istri warga negara Indonesia (WNI).

Awalnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri dan kepolisian Filipina belum berhasil menemukan pembanding terkait tes DNA pelaku.

Apalagi kedua pelaku masuk secara ilegal ke Filipina. Diketahui keduanya merupakan deportan dari Turki pada Januari 2017.

"Hasil tes DNA yang dilakukan oleh aparat keamanan Filipina belum diketemukan pembandingnya. Sehingga sulit untuk mengidentifikasi siapa sebetulnya pelaku bom bunuh diri di rumah ibadah itu. Densus 88 juga telah bekerjasama dengan kepolisian Filipina, tapi belum berhasil mengidentifikasi karena dua tersangka ini masuk melalui jalur ilegal Filipina, sehingga tidak terekam dengan baik," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2019).

Baca: Ditantang Anies Buka Daftar Perjalanan Luar Negeri Kepala Daerah, Mendagri Mengelak

Kemudian, hasil identifikasi aparat keamanan Filipina dan Indonesia juga belum membuahkan hasil lantaran informasi dari lima tersangka yang ditangkap di Filipina hanya menduga pelaku adalah orang Indonesia.

"Pelaku diduga orang Indonesia, karena dari logat bicara dan kebiasaannya seperti orang Indonesia," imbuhnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan keyakinan Polri bahwa kedua pelaku merupakan WNI terungkap pasca penangkapan terduga teroris N atau Novendri di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7).

Baca: Golkar akan Beri Persetujuan Amnesti Baiq Nuril

Selain itu penangkapan anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga juga menyumbang informasi bahwa Yoga dan Novendri memiliki keterkaitan dengan kedua pelaku.

"Tapi setelah dilakukan penangkapan terhadap Saudara Novendri dan Yoga di Malaysia, baru mengkait ternyata pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah dua orang warga negara Indonesia. Suami istri atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Ini yang diduga sebagai pelaku suicide bomber di Filipina," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved