Video Tak Senonoh 50 Bocah Tersebar di Medsos, Pelakunya Seorang Napi Menyamar Jadi Guru

TR melakukan aksinya sejak dipenjara pada 2017 atau sudah 2 tahun dari total masa hukuman 7 tahun 6 bulan atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

Video Tak Senonoh 50 Bocah Tersebar di Medsos, Pelakunya Seorang Napi Menyamar Jadi Guru
net
Video Mesum ABG Bali 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TR (25), narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur, ditangkap pada 9 Juli 2019 karena melakukan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur melalui media sosial.

TR melakukan aksinya sejak dipenjara pada 2017 atau sudah 2 tahun dari total masa hukuman 7 tahun 6 bulan atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

"Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki asal Pamekasan, Jawa Timur, yang berinisial TR.

Dia adalah seorang narapidana yang baru menjalani vonis 2 tahun dari putusan 7 tahun 6 bulan dalam perkara mencabuli anak di bawah umur," ujar Wadir Tipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Asep Safrudin, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Asep mengatakan, tersangka membuat akun palsu dengan identitas sebagai seorang guru untuk menyasar korbannya.

Baca: Vanessa Angel Pamitan Pada Bibi Ardiansyah, Lalu Hangout Bareng Nicky Tirta dan Tulis Pesan Untuknya

Baca: Ahok Beberkan Alasan Tak Mungkin Jadi Menteri Jokowi dan Sebut Pekerjaan Ini Paling Mungkin Buatnya

Baca: Antoine Griezmann Masih Tunggu Sambutan Lionel Messi di Barcelona

Baca: Striker Brasil Sudah Tiba di Persebaya, Otavio Dutra Didaftarkan Pemain Lokal pada Putaran Kedua

Kemudian, TR pun berpura-pura akan memberikan nilai untuk merayu korban agar melakukan tindakan asusila.

Korban akan merekam tindakan asusila dan dikirim kepada pelaku melalui aplikasi WhatsApp.

"Setelah komunikasi, si tersangka memerintahkan kepada anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah dibimbing oleh tersangka," ungkapnya.

Dari hasil penelusuran polisi, ditemukan total 1.300 foto dan video anak-anak yang melakukan tindakan asusila.

Konten tersebut disimpan dalam akun e-mail milik pelaku.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved