Jimly: Oposisi Jangan Kuat-kuat, Nanti Malah Dikte Keputusan Politik Presiden

Jimly Asshidiqie menyebut kehadiran oposisi atau pihak pengimbang dalam tatanan bernegara merupakan sifat alamiah bagi negara penganut sistem demokras

Jimly: Oposisi Jangan Kuat-kuat, Nanti Malah Dikte Keputusan Politik Presiden
ISTIMEWA
Jimly Asshiddiqie 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie menyebut kehadiran oposisi atau pihak pengimbang dalam tatanan bernegara merupakan sifat alamiah bagi negara penganut sistem demokrasi.

Namun katanya, kubu oposisi alias pihak yang berada di luar pemerintahan jangan sampai terlalu kuat.

Karena menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, bila oposisi terlalu punya kekuatan dibanding kubu pemerintah, maka bukan tidak mungkin mereka bakal mendikte proses pengambilan keputusan politik.

"Sebab kalau dia terlalu kuat, dia bisa mendiktekan proses pengambilan keputusan politik yang harusnya ada ditangan presiden," terang Jimly saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2019).

Baca: Baru Saja Menikah, Simak Profil Lengkap Siti Badriah dan Juga Fakta-fakta Menariknya

Baca: 5 Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Webtoon yang Bikin Gak Bosan, Terbaru Bakal Tayang Agustus

Baca: Spekulasi Kehamilan Puput Nastiti Devi, Jika Punya Anak Laki-laki, Ahok Sudah Siapkan Nama Ini

Di sisi lain, kubu oposisi juga tidak boleh terlalu lemah. Sebab hal tersebut bisa berdampak pada lemahnya kontrol yang akan mereka jalankan selama mengarungi pemerintahan.

"Dia jangan terlalu lemah. Kalau dia terlalu lemah tidak ada kontrol," kata dia.

Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga kemarin secara resmi sudah menemui dua tokoh penting.

Pertama Prabowo bertemu Presiden petahana Joko Widodo di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berlanjut makan siang di salah satu mall perbelanjaan di kawasan Senayan.

Saat itu Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi karena telah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024.

Teranyar, Prabowo sambangi kediaman Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Rabu (25/7).

Prabowo datang didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.

Mereka disambut sang tuan rumah berikut kedua anak Megawati, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Terlihat juga Sekretaris Kabinet sekaligus mantan Sekjen PDI-P Pramono Anung, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Pertemuan itu dianggap sebagai upaya rekonsiliasi usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Berembus pula kabar soal merapatnya kubu oposisi tersebut bergabung ke kubu pemerintahan.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved