Breaking News:

Menegangkan, Kisah Dua Anggota TNI Dapat Misi Masuki Sarang Pemberontak Papua Tanpa Berbekal Senjata

Organisasi Papua Merdeka (OPM) masuk dalam daftar organisasi teroris Amerika Serikat.

Penulis: Grid Network
Puspen TNI/Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dan Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., meninjau puncak Latihan Angkasa Yudha 2019 TNI Angkatan Udara di Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019).Latihan Angkasa Yudha merupakan? latihan puncak TNI AU, sebagai akumulasi dari berbagai latihan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM - Jikalau sekarang Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masuk dalam daftar organisasi teroris Amerika Serikat berulah, maka bisa dipastikan kegiatan mereka kriminal.

Namun berbeda dengan pemberontakan di Papua/Irian Jaya yang terjadi dahulu.

Tahun 1967, pemberontakan terbesar terjadi di Irian Barat.

Mengutip Sintong Panjaitan : Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, pemberontakan terbesar itu dipimpin oleh Lodewijk Mandatjan yang berlokasi di Kepala Burung Irian.

Diklaim sebagai pemberontakan terbesar lantaran Mandatjan berhasil mengajak 14 ribu warga suku Arfak yang menjadi pengikutnya untuk masuk hutan.

Dari hutan Mandatjan bersama pengikutnya melakukan serangkaian kegiatan pengacauan keamanan.

Gara-gara ini keadaan Kabupaten Manokwari mencekam.

Berbagai penghadangan dilakukan kelompok Mandatjan di kecamatan Warmare dan Ransiki.

Aparat keamanan di sana tak cukup menanggulangi keadaan.

Baca Selengkapnya

Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved