Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

Anggota Paskibraka Pernah Keluhkan Soal Rok Ketat

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi (rakor) pada 12 Juli 2019 lalu, mengacu pada pelaksanaan pendidikan kilat Paskibraka.

Alex Suban/Alex Suban
Foto ilustrasi: Anggota Paskibraka melaksanakan tugas pengibaran bendera merah putih pada upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Merdeka, Jumat (17/8/2018) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan baru dalam keputusan untuk menerapkan penggantian busana untuk anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2019 Putri menjadi celana panjang mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh pun memberikan penjelasannya.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi (rakor) pada 12 Juli 2019 lalu, mengacu pada pelaksanaan pendidikan kilat (diklat) Paskibraka.

Rakor tersebut pun turut diikuti pihak terkait, sehingga ia menekankan bahwa keputusan itu tidak diambil secara sepihak.

Baca: Banyak Merenung, Berdzikir dan Puasa Senin Kamis di Penjara, Rey Utami Ingin Berhijab

Baca: Dituding Sebagai Jenderal Bermasalah, Irjen Pol Firli: Saya Selalu Diam

"Ini salah satu keputusan dalam rapat koordinasi pelaksanaan diklat paskibraka 12 Juli yang lalu, yang diikuti oleh pihak-pihak terkait, bukan keputusan sepihak. Ini juga didasarkan pada Perpres yang baru," ujar Asrorun.

Tentunya didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) yang baru yakni Perpres Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Pasal 4 pada Perpres ini mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi anggota Paskibraka perempuan.

Perlu diketahui, rakor itu diikuti sejumlah pihak yang terdiri dari panitia, pembina, dan pelatih dari Garnisun, Setpres, Kementerian Kominfo, PPI serta Kemenpora yang membahas terkait pelaksanaan pelatihan, pendidikan, hingga waktu penugasan.

Satu diantaranya yang menjadi pembahasan adalah mengenai seragam anggota Paskibraka Nasional 2019 putri.

Pembahasan mengenai seragam bukan tanpa sebab, hal itu karena peristiwa seragam terlalu ketat pernah dialami oleh anggota Paskibraka sebelumnya.

"Soalnya, dulu pernah ada yang kebesaran, dan ada yang ngepres (terlalu ketat pada tubuh)," jelas Asrorun.

Baca: Benarkah Syahrini Sudah Hamil Anak Reino Barack? Diduga Ini Alasan Kakak Aisyahrani Irit Bicara

Baca: Air Mata Sang Ayah untuk Jefri Nichol Setelah Lihat Kondisi Putranya Sepekan Hidup di Penjara

Baca: BERITA POPULER: Pria yang Bangkit dari Kematian Digiring Polisi, Kuburan Sudah Digali

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved