Kabinet Jokowi

''Biarlah Kami yang Tidak Dukung Jokowi Menjadi Oposisi''

Pernyataan Hidayat tersebut terkait dengan pertemuan Ketua Umum Gerindra dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

''Biarlah Kami yang Tidak Dukung Jokowi Menjadi Oposisi''
dok. MPR RI
Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Jokowi fokus pada partai koalisinya yang sudah menyodorkan nama calon menteri, ketimbang membuka pintu partai di luar koalisi pemerintah untuk bergabung.

Pernyataan Hidayat tersebut terkait dengan pertemuan Ketua Umum Gerindra dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Jadi biarlah kami yang memang yang kemarin tidak mendukung pak Jokowi dan pak Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres ya wajar saja kami berada di luar kabinet dan itu adalah bagian dari yang sudah terjadi di Indonesia, zaman PDIP bu Mega 10 tahun berada di luar kabinet, kemarin pun kami di luar kabinet, 2014 2019 kami di luar kabinet dan enga ada masalah kok," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (30/7/2019).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan tersebut sebagai silaturahmi serta membahas berbagai persoalan bangsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan tersebut sebagai silaturahmi serta membahas berbagai persoalan bangsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menurut Hidayat negara tidak akan bermasalah dengan adanya oposisi. Justru sebaliknya demokrasi akan sehat dengan adanya partai yang mengontrol pemerintah.

Baca: Polres Aceh Tenggara Selidiki Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Diduga Dibakar OTK

"Dalam artian bahwa Indonesia tidak akan menjadi dalam tanda kutip bermasalah ketika tidak semua partai berada dalam kabinet. kami berada di luar kabinet justru untuk memastikan demokrasi tetap bisa berjalan dan penting untuk ttp menghadirkan check and balances itu," katanya.

Oleh karena itu menurut Hidayat partainya hingga saat ini tegas berada di jalur oposisi sesuai dengan keputusan Majelis Syuro. Sikap tersebut kemungkinan besar tidak akan berubah dalam sidang Majelis Syuro nanti,yang akan menentukan sikap PKS pasca Pemilu Presiden 2019.

Baca: Sebanyak 25 Orang di Kediri Tertipu Agensi Artis Gadungan, Mengatasnamakan Sinetron Sajadah Cinta

"Ya menurut saya sih malah kemungkinan (Keputusan Majelis Syuro) akan makin menguatkan keputusan ada di luar kabinet," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved