NasDem: Partai yang Dulunya Tidak Dukung Jokowi, Seharusnya Berada di Luar Pemerintahan

Terutama partai partai yang selalu membuat narasi yang memecah belah masyarakat, narasi yang mempertajam polarisasi di tengah masyarakat

NasDem: Partai yang Dulunya Tidak Dukung Jokowi, Seharusnya Berada di Luar Pemerintahan
tribunnews.com/ Chaerul Umam
Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi mengatakan bahwa dalam negara demokrasi yang sehat maka harus ada peran oposisi. Oleh karena itu ia meminta partai-partai yang dulu tidak mengusung Jokowi untuk mengambil peran oposisi.

"Mereka yang dulu tak setuju kepada pak Jokowi, seharusnya tetap menjadi partai yang berada diluar (oposisi), seperti itu yang baik," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (30/7/2019).

Terutama menurutnya bagi partai partai yang selalu membuat narasi yang memecah belah masyarakat, narasi yang mempertajam polarisasi di tengah masyarakat.

Baca: Pilpres 2019 Selesai, Pelaku Usaha Indonesia Optimistis Naikkan Harga

"Kami katakan tolong sejumlah partai yang dulunya adalah yang telah buat narasi sehingga membuat rakyat bertabrakan secara dahsyat, mereka yang telah memproduk narasi mengerikan itu bertanggungjawab berada di luar,"katanya.

Apabila tidak menurutnya, maka rakyat yang akan dirugikan.

Rakyat selama masa Pilpres berbenturan, sementara ditataran elit, sikapnya berubah.

"Kalau tidak, yang rugi siapa? Ya Rakyat, apakah semuanya ada didalam kekuasaan kan tidak. Itulah perbedaan disitu," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved