Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pasutri Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

Sebelumnya diberitakan, Polri akan melakukan tes DNA pada potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo.

Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pasutri Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina
ari maryadi/tribungowa.com
Kediaman RRZ dan UHS, terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Filipina. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengirim sampel DNA keluarga dari dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga merupakan pelaku bom bunuh diri atau suicide bomber di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

DNA itu dikirim kepada kepolisian Filipina guna dicocokkan dengan DNA yang ditemukan di TKP. Hal itu dilakukan untuk memastikan identitas pasangan suami-istri yang disebut merupakan JAD Makassar.

"Sudah (dikirim), datanya semua," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Sebelumnya diberitakan, Polri akan melakukan tes DNA pada potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

Uji ilmiah itu dilakukan guna memastikan kebenaran bahwa dua jasad pelaku bom bunuh diri tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI).

Baca: Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina Tinggalkan Gowa Sejak 2016 Tanpa Pamit Tetangga

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kedua pelaku itu diduga pasangan suami-istri bernama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.

"Dari sisi scientific, Densus 88 sudah bekerja sama dengan kepolisian Filipina (untuk) tes DNA beberapa potongan tubuh yang di dapat di lokasi kejadian," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan nantinya DNA tersebut akan dicocokkan dengan pihak keluarga pelaku yang ada di Sulawesi Selatan.

"Setelah dicocokkan identik DNA, nanti akan ada penyampaian secara resmi bahwa kedua orang itu merupakan pengebom bunuh diri. Yang ada di Jolo, Filipina dari hasil perbandingan uji DNA yang diketemukan di TKP dengan hasil uji DNA di ambil dari pihak keluarga identik," ucapnya.

"Secara ilmiah akan lebih menguatkan keterangan sementara yang diberikan oleh tersangka yang sudah ditangkap di Filipina," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved