5.679 Personel Gabungan Diterjunkan Bantu Upaya Pemadaman Karhutla

Personel disiagakan di 6 provinsi dengan status darurat karhutla seperi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalima

5.679 Personel Gabungan Diterjunkan Bantu Upaya Pemadaman Karhutla
Dok. BNPB
Wilayah Riau menjadi daerah yang terus dipantau oleh BNPB dan lembaga lain terutama dalam kaitan kebakaran hutan dan lahan yang terus meningkat. Data yang berhasil dihimpun, perluasan kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.830 hektar per 1 Januari - 28 Maret 2019 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebanyak 5.679 personel gabungan diterjunkan pemerintah dalam upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi di Indonesia, hingga hari Rabu (31/7/2019).

Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan kementerian/lembaga.

Personel disiagakan di 6 provinsi dengan status darurat karhutla seperi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pelaksana Harian (PLH) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, untuk personel di Riau ada 1.262 personel, di Sumatera Selatan 1.512 personel, di Kalimantan Barat 1.393, di Kalimantan Tengah 1.512.

Baca: Bongkar Peredaran Narkotika Malaysia-Indonesia, Ini Kronologi Bareskrim Polri Amankan 43,5 Kg Sabu

"Jadi untuk penanganan Karhutla kita kerahkan semua. Kecuali Jambi, karena masih dalam proses pengiriman personel. Agak sedikit itu Kalsel. Prioritas anggota dikerahkan ke Riau," ujar Agus konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Sementara untuk luas lahan yang terbakar update per 29 Juli 2019, luas lahan terbakar di Riau seluas 27.683,47 ha.

Baca: Netizen Blokir Akun Twitter Atta Halilintar Jadi Trending Topik, Ini Tanggapan Seorang Psikolog

Luas lahan terbakar teridentifikasi di wilayah Kalimantan Barat 2.273,97 ha, Sumatera Selatan 236,49 ha, Kalimantan Selatan 52,53 ha, Kalimantan Tengah 27 ha, dan Jambi 4,18 ha.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved