Bongkar Peredaran Narkotika Malaysia-Indonesia, Ini Kronologi Bareskrim Polri Amankan 43,5 Kg Sabu

Saat itu, tim melihat gerak-gerik yang mencurigakan dan melakukan pengejaran terhadap mobil Toyota Rush warna hitam dengan nomor polisi BM-1395-BE.

Bongkar Peredaran Narkotika Malaysia-Indonesia, Ini Kronologi Bareskrim Polri Amankan 43,5 Kg Sabu
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional Malaysia-Indonesia.

Direktur Tipidnarkoba Bareskim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, mengatakan pihaknya dan Dirjen Bea Cukai mendapat informasi pada Kamis (25/7) terkait adanya pengiriman sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui Pelabuhan Pakning (Bengkalis Riau).

Saat itu, tim melihat gerak-gerik yang mencurigakan dan melakukan pengejaran terhadap mobil Toyota Rush warna hitam dengan nomor polisi BM-1395-BE.

"Setelah sampai di Perkampungan Dompas, Jalan Jenderal Sudirman Lintas Pakning-Siak, pelaku membuang 2 tas berisi barbuk ke jalan dan mobil tim menabrak tas tersebut sehingga sabu berantakan di jalan. Dan menyebabkan mobil tim hilang kendali hingga terperosok ke parit, sementara pelaku kabur," ujar Eko, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2019).

Ia menyampaikan tim Dirtippidnarkoba akhirnya menemukan mobil tersebut di kebun kelapa sawit yang berjarak 10 kilometer dari tempat pelaku membuang barbuk sabu.

Baca: Dalam Kongres V PDIP, Hasto Isyarakatkan Megawati Akan Terpilih Kembali

Selang sehari, tim gabungan NIC Dirtippidnarkoba Bareskrim Polri dan Dirjen Bea Cukai melakukan penangkapan terhadap dua tersangka berinisial AK (31) dan RDW (40) sekira pukul 04.00 WIB, Jumat (26/7).

Jenderal bintang satu itu mengatakan keduanya berperan sebagai pengawal atau disebut sapu air dari kelompok pembawa narkotika yang masih buron pasca kejar-kejaran di kawasan Lintas Pakning-Siak.

"Barulah pada Jumat (26/7) sekira pukul 16.00 WIB, tim menangkap tersangka atas nama MR (43) dan HR (43) di Jl. Lintas Timur KM 88, Desa Kemeng, Kec. Pangkalan Kuras, Kab. Pelalawan, Riau, yang bertugas sebagai kurir atau pembawa narkotika jenis sabu dan membuang ke jalan saat dilakukan pengejaran oleh petugas," imbuhnya.

Baca: Satu Keluarga Bobol Toko Kelontong Milik Guru di Cilincing

Adapun dari para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti seberat 43,5 kilogram sabu. Yang terdiri dari enam belas bungkus sabu seberat 40 kilogram, dan 3,5 kilogram yang terjatuh dan berceceran di jalan saat pengejaran.

Atas perbuatannya, kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau subsidair Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 2p tahun penjara. Pidana denda maksimal Rp 10 miliar," tukasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved