Kasus Novel Baswedan

Mulai Bekerja Hari Ini, Tim Teknis Kasus Novel Beranggotakan 120 Orang

Namun, apabila masih perlu diperpanjang, maka masa kerja tim teknis akan diperpanjang 3 bulan lagi.

Mulai Bekerja Hari Ini, Tim Teknis Kasus Novel Beranggotakan 120 Orang
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengungkap jumlah anggota tim teknis yang diterjunkan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada 120 orang yang dilibatkan dalam tim teknis.

"Tim teknis jumlah anggotanya ada 120 orang. Ini menunjukkan bahwa komitmen Polri untuk mengungkap secepat-cepatnya terhadap kasus saudara NB," ujar Dedi, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan tim teknis akan bekerja mulai hari ini sampai tanggal 31 Oktober 2019 sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan oelh Presiden Joko Widodo.

Baca: Komisi II Minta FPI Ikuti Aturan dalam Perpanjangan Izin Ormas

Namun, apabila masih perlu diperpanjang, maka masa kerja tim teknis akan diperpanjang 3 bulan lagi.

"Kami mohon doanya, semoga dalam waktu yang sesuai instruksi Presiden 3 bulan, tim ini dapat menjawabnya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo berterima kasih kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan Novel Baswedan yang sudah menyelesaikan tugasnya.

Jokowi pun memberi waktu tiga bulan bagi Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian agar jajarannya bisa menindaklanjuti temuan TGPF itu.

"Ya, pertama saya ucapkan terima kasih tim pencari fakta sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu kan mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk menyasar pada dugaan-dugaan yang ada," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Baca: Curi Sepeda Motor Polisi, Ari Ditembak karena Berusaha Kabur saat Pengembangan

Jokowi menyebut Kapolri sudah meminta waktu enam bulan bagi tim teknis yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz untuk menindaklanjuti temuan TGPF itu. Namun, Jokowi menilai waktu enam bulan yang diminta itu terlalu lama.

"Oleh sebab itu, kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan (TGPF)," kata Jokowi.

Namun, Jokowi enggan berandai-andai apakah ia akan membentuk tim independen jika dalam waktu tiga bulan ke depan penyerang Novel belum juga terungkap. Sebelumnya, desakan agar Jokowi membentuk tim ini disuarakan oleh pihak Novel hingga para aktivis antikorupsi.

"Saya beri waktu tiga bulan, saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa," kata Jokowi.

TGPF telah menyelesaikan masa kerjanya selama enam bulan yang berakhir pada 8 Juli 2019. Dalam konferensi pers beberapa hari lalu, TGPF belum juga berhasil menemukan titik terang pelaku penyerang Novel.

TGPF kemudian merekomendasikan Polri membentuk tim teknis lapangan yang bertugas mengungkap kasus penyerangan Novel.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved