Jadi Masalah Perdata, Polri Imbau Korban Fintech Illegal Lunasi Utang Sebelum Melapor

Pihaknya berjanji akan menyelesaikan kasus pidana tersebut, namun kepolisian meminta agar korban menyelesaikan persoalan perdatanya lebih dahulu.

Jadi Masalah Perdata, Polri Imbau Korban Fintech Illegal Lunasi Utang Sebelum Melapor
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Polri-OJK 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengimbau agar korban dari pinjaman online atau financial technology (fintech) ilegal melunasi hutang mereka terlebih dahulu sebelum melaporkan tindak pidananya.

Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, mengatakan hampir semua korban atau pelapor tak mau melunasi pinjamannya dan meminta agar polisi menyelesaikan pidananya.

Pihaknya berjanji akan menyelesaikan kasus pidana tersebut, namun kepolisian meminta agar korban menyelesaikan persoalan perdatanya lebih dahulu.

"Berdasarkan evaluasi hampir semua pelapor ini tidak ada satupun yang mau menyelesaikan pinjamannya. Terus suruh polisi beresin (pidananya)," ujar Rickynaldo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Baca: Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Konten Pornografi, Ini Jawaban Hotman Paris

"Dia tidak mau bayar hutang, dia lapor polisi, polisi beresin, mereka minta ganti rugi. Ganti ruginya Rp 1 miliar. Ini minjam, nggak mau bayar kemudian minta ganti rugi pula," imbuhnya.

Rickynaldo beralasan bahwa pihak pinjaman online ilegal dapat berdalih apabila para nasabah belum menyelesaikan persoalan perdata.

Pihak pinjaman online itu bisa saja menolak diperiksa dengan alasan uangnya belum dikembalikan.

Baca: Empat Pengamen Cipulir Laporkan Hakim Praperadilan PN Jaksel Ke Komisi Yudisial

Lebih lanjut, kepolisian juga menegaskan korban tak perlu takut untuk melaporkan masalah ini. Pasalnya, persoalan pidana dapat dilaporkan tanpa batasan waktu tertentu.

"Kalau pidananya, perbuatan itu masa berlakunya lama, dapat dilaporkan kapan saja. Tapi kalau bisa selesaikan dulu perdatanya," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved