Tangani 7 Kasus Fintech Ilegal, Bareskrim Siber 'Jemput Bola' Korban untuk Buat Laporan

"Saat ini ada 7 kasus yang sedang kita ditangani. Yang satu sudah selesai yang pernah disampaikan (kasus VLoan). Yang lainnya masih dalam proses

Tangani 7 Kasus Fintech Ilegal, Bareskrim Siber 'Jemput Bola' Korban untuk Buat Laporan
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, mengatakan pihaknya tengah menangani tujuh kasus terkait fintech ilegal.

"Saat ini ada 7 kasus yang sedang kita ditangani. Yang satu sudah selesai yang pernah disampaikan (kasus VLoan). Yang lainnya masih dalam proses," ujar Rickynaldo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Enam kasus lain masih berproses, kata dia, lantaran lebih mengarah kepada pencemaran nama baik sesuai dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE yakni mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diaksesnya info maupun dokumen elektronik yang mengandung pencemaran nama baik.

Selain itu, pihak Direktorat Siber juga tengah berupaya melakukan 'jemput bola' kepada korban. Pasalnya, kasus semacam ini adalah delik aduan, sehingga korban pun harus datang atau menunjuk kuasanya untuk membuat laporan.

Baca: VIDEO LIVE STREAMING PSIS vs Tira Persikabo, Tuan Rumah Ingin Pecahkan Rekor Tira Persikabo

Baca: VIDEO LIVE STREAMING Timnas U-15 Indonesia vs Filipina, Perjuangan Merebut Tiket Semi Final

Namun hingga saat ini, pihaknya masih terkendali dengan banyaknya korban dari fintech ilegal yang enggan melaporkan kasusnya kepada kepolisian.

"Sampai dengan saat ini kendalanya para peminjam ini tidak mau melaporkan secara langsung atau menunjuk kuasanya membuat laporan ke polisi. Sehingga kami berusaha jemput bola dengan mencari para korban, untuk kita bantu membuat laporan polisi. Sementara itu saja yang bisa kami lakukan untuk mengakomodir fintech ilegal ini," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved