Jika Risma Maju Pilkada DKI 2022, Begini Nasib Anies Menurut Burhanuddin Muhtadi

Burhanuddin juga mengatakan, PDIP akan mendapatkan keuntungan jika mengusung Risma maju ke Pilkada DKI Jakarta pada 2022

Jika Risma Maju Pilkada DKI 2022, Begini Nasib Anies Menurut Burhanuddin Muhtadi
Foto Kolase Tribunnews.com
Anies Baswedan dan Tri Rismaharini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai apabila Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2020, maka pertarungan yang menarik akan terjadi.

"Bu Risma belakangan ini menguat, dan saya kira PDIP akan mencermati jeli. Kalau dia (Risma) diajukan ke Ibu Kota, itu menarik," kata Burhanuddin saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Burhanuddin juga mengatakan, PDIP akan mendapatkan keuntungan jika mengusung Risma maju ke Pilkada DKI Jakarta pada 2022.

Menurutnya, Risma terbukti sukses menjadi Wali Kota di Surabaya.

"Tentu PDIP mendapat insentif positif karena bagaimanapun Bu Risma kader PDIP yang terbukti sukses di Surabaya," ucapnya.

Burhan mengatakan PDIP juga akan kebal apabila dihantam isu politik identitas.

Terlebih, ia menyebut jika Risma merupakan sosok berpotensi sebagai penentu karir politik Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Kalau dihantam isu politik identitas, Bu Risma pakai jilbab. Jadi itu menjadi pertandingan yang menarik dan itu bisa menjadi penentu karir Anies Baswedan. Kalau dia (Anies) kalah di 2022, mimpi 2024 akan terkubur lebih cepat," ungkapnya.

"Bu Risma bisa menutupi kelemahan Ahok, dari sisi kapasitas dan rekam jejak, sama-sama punya pengalaman di pemerintahan, tapi kalau di sisi gender tidak berdampak signifikan dari agama," tambahnya.

Untuk itu, ia menyebut, Kongres V PDIP nanti mulai membicarakan dan mencari nama-nama yang potensial diusung untuk Pilkada.

Terlebih, ia menyebut jika keberhasilan PDIP pascaPemilu 2009 lalu, yang memenangkan Pemilu 2014 dan 2019 karena sosok kader-kader potensial yang di dorong dari bawah hingga ke tingkat nasional.

"Kongres ini kalau mau serius di 2024 itu langsung di-list calon-calon yang mau diusung Pilkada 2020 karena itu pemilu yang diikuti lebih dari separoh pemilih di 270 daerah. Artinya jika banyak menang di Pilkada tahun depan itu jadi investasi sangat positif buat PDIP untuk maju dan menang lagi d 2024," tutupnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved