Eksklusif Tribunnews

Rencana Rekrut Dosen dan Rektor Asing, Menristekdikti: Selama Ini Syarat Jadi Rektor Terlalu Rendah

Peluang merekrut rektor asing karena kita harus memberi tantangan kepada rektor-rektor Indonesia karena selama ini syaratnya terlalu mudah.

Rencana Rekrut Dosen dan Rektor Asing, Menristekdikti: Selama Ini Syarat Jadi Rektor Terlalu Rendah
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir akan segera mengimplementasikan rencana perekrutan dosen dan rektor asing pada 2020 mendatang. 

Kita coba lihat dari pengalaman negara lain. Di Arab Saudi ada perguruan tinggi bernama King Fahd University of Petroleum and Minerals.

Dulu sebelum tahun 2005 dia masuk 800 besar universitas di dunia, tapi sekarang sudah masuk 500 besar atau peringkatnya melejit sekitar 189 tingkat, alasannya ternyata selama kurun waktu tersebut mereka menerapkan 40 persen tenaga pengajarnya adalah asing.

Yang mau saya sampaikan, jangan kebijakan ini dilihat sebagai pencorengan atas marwah atau harga diri bangsa.

Kalau ditanya apakah perguruan tinggi yang mempekerjakan tenaga asing langsung jadi liberal, kan tidak, nasionalisme tetap dijaga.

Sudah saatnya kita membuka diri, jangan menutup diri terus terhadap persaingan global, dan harus ditantang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Tribun: Kalau masih harus ubah undang-undang kapan diterapkan?

Target kami tahun 2020 sudah mulai bisa dilaksanakan, kalau hanya terpaku pada peraturan tak akan jalan program ini. Kami juga siap bicarakan dengan DPR RI.

Tribun: Sebelumnya kita sudah banyak melakukan kerja sama riset pendidikan dengan luar negeri. Apakah itu tak cukup membantu meningkatkan kualitas pendidikan kita?

Kita pernah punya kerja sama riset Newton Fund dengan Inggris, lalu dengan USAID SHERA, dan kami sedang lakukan aliansi riset bersama Masschussets Institute of Technology yang merupakan perguruan tinggi terbaik dunia.

Kalau bisa dikembangkan bisa mengangkat martabat Indonesia.

Kalau ditanya apakah membantu atau tidak, perlu diketahui kita memiliki 292 ribu dosen di seluruh Indonesia tapi tinggal produktifitasnya bagaimana.

Kalau tidak ditantang mereka tidak akan menggeliat, teorinya sudah seperti itu untuk menciptakan hal yang lebih baik.

Saya yakin ini adalah solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Saya sudah sampaikan ini sejak 2016 tapi saya di-bully habis-habisan dan sekarang saya lebih keras lagi.

Saya hanya ingin perguruan tinggi Indonesia masuk 200 besar dunia.

Tribun: Apakah pernah disampaikan pada forum rektor?

Sering dan malah ditanggapi dengan rasa takut, kita dianggap ‘inlander’ lah, tapi bagaimana kalau kita tak berani berkompetisi. Sekarang eranya sudah kompetisi.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved