2.300 Laki-laki di Indonesia Jadi Korban Perdagangan Orang

Perwakilan International Organization for Migration, Among Resi, mengatakan pada 2005 sampai 2009 terkait jumlah laki-laki korban p

2.300 Laki-laki di Indonesia Jadi Korban Perdagangan Orang
TRIBUNNEWS.COM/GITA IRAWAN
Perwakilan International Organization for Migration, Among Resi, saat rangkaian kegiatan Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI (KPPPA) di Car Free Day Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu (4/7/2019). 

Ia menjelaskan, perdagangan orang adalah perekrutan orang yang dilakukan dengan cara tertentu, proses tertentu, yang mengakibatkan orang tersebut tereksploitasi.

"Mudahnya, perdagangan orang itu kalau ada orang yang direktrut dengan cara tertentu, ada prosesnya, untuk tujuannya eksploitasinnya atau mengakibatkan eksploitasi, itu perdagangan orang. Ada cara yang digunakan atau modus, proses, dan tujuan yaitu eksploitasinya. Modus itu banyak macamnya. Ada yang pakai iming-iming. Misalnya diajak kerja di Jakarta. Tujuannya adalah mengakibatkan orang tereksploitasi," kata Resi.

Ia mengatakan, untuk menambahkan kepedulian terkait perdagangan orang perlu diselenggarakan banyak sosialisasi.

Ia mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya indikasi perdagangan orang tersebut di tengah-tengah masyarakat.

"Jangan cuek kalau sudah ada tanda. Kalau tidak mau jauh-jauh laporkan ke petugas RW. Atau ke akun Facebooknya IOM, nanti kita akan segera beri respon," kata Resi.

Ia juga menegaskan bahwa perdagangan orang adalah bentuk kejahatan serius.

"Jangan sungkan bicara karena kasus ini ada di sekitar kita. Karena ini adalah kejahatan maka harus diungkap. Tidak boleh ditutupi," kata Resi.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved