Perangi Hoaks, Menhub Budi Karya: Jangan Jadi Silent Majority

Budi mengajak untuk menyuarakan hal tersebut guna memerangi informasi hoaks yang dinilai bisa mengancam persatuan Indonesia.

Perangi Hoaks, Menhub Budi Karya: Jangan Jadi Silent Majority
Ria Anatasia
Menhub Budi Karya Sumadi usai menghadiri Seminar Kebangsaan di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-sehari.

Menurutnya, masyarakat tanah air perlu mengedepankan persatuan dan menjaga kebhinekaan Indonesia.

Dia mengajak untuk menyuarakan hal tersebut guna memerangi informasi hoaks yang dinilai bisa mengancam persatuan Indonesia.

"Jangan sampai jadi silent majority, mayoritas yang diam. Saya ingin mereka berbuat. Berbuat tidak hanya secara fisik mempersatukan Indonesia, tapi dia juga harus berani melawan apa yang dikatakan untuk meniadakan merendahkan Pancasila, harus kita lawan," ucap Budi usai menghadiri Seminar Kebangsaan di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

"Saya yakin dengan semangat mempersatukan Indonesia, akan menjadikan Indonesia yang lebih baik," tambahnya.

Baca: Ikuti 10 Langkah Mudah Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Bulan Oktober Nanti, Jangan Sampai Ketinggalan

Baca: PLN Tidak Profesional Potong Gaji Karyawan

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengingatkan masyarakat khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) waspada terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

"Ancaman dari luar misalnya bubarnya ISIS di timur tengah. Dengan bubarnya itu kita lebih sulit memonitor ke mana mereka larinya. Dari pejuang-pejuang nasional berbagai negara kemungkinan besar akan kembali ke negaranya. Jangan sampai mereka pulang bawa pengaruh dari luar," jelas dia.

Seminar Kebangsaan bertajuk "Bergandeng Tangan Membangun Negeri: Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan" ini diadakan untuk membangun rasa cinta dan bela negara bagi para ASN dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Budi Karya Sumadi mengingatkan kembali pentingnya menanamkan nilai-nilai negara seperti Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan.

"Pancasila sudah menghantar kita sebagai bangsa selama 74 tahun. Dengan satu ambisi yang jadi contoh bagi banyak negara dan bangsa gimana persatukan keberagaman perbedaan yang ada di muka bumi Indonesia," ucapnya.

Selain itu, Budi Karya mengajak masyarakat untuk memerangi pemikiran-pemikiran yang bisa menghancurkan bangsa Indonesia serta mengurangi nilai-nilai fundamental yang dipegang bangsa Indonesia.

"Kita juga tahu bahwa paham-paham tertentu yang ingin menjatuhkan ideologi kita, bagaimana kita anggap itu suatu yang baik kalau mereka hanya memikirkan diri sendiri kelompok sendiri," ujarnya.

"Kita harus melawan itu semua? Setuju? Siapa kita? Indonesia," teriak Budi.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved