Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Jokowi Digugat Ganti Rugi Rp 313 Triliun Akibat Listrik Padam

Gugatan didaftarkan di PN Jakarta Selatan dengan Nomor perkara 648/PDT.G/2019/PN.Jkt.Sel, pada Rabu (7/8/2019)

Jokowi Digugat Ganti Rugi Rp 313 Triliun Akibat Listrik Padam
THE JAKARTA POST/SETO WARDHANA
Presiden Joko Widodo berjalan meninggalkan Kantor PLN ditemani Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani (kiri) usai melakukan pertemuan di kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Presiden mempertanyakan dan meminta klarifikasi manajemen PLN atas padamnya listrik secara total (blakcout) di wilayah Jabodetabek pada Minggu (4/8/2019). THE JAKARTA POST/SETO WARDHANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akibat pemadaman listrik di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Gugatan didaftarkan di PN Jakarta Selatan dengan Nomor perkara 648/PDT.G/2019/PN.Jkt.Sel, pada Rabu (7/8/2019).

Baca: Gara-gara Ikan Koi Mati Saat ‘Blackout’, PLN Dituntut Ganti Rugi Lebih Dari Rp 10 Juta

Suasana kota Jakarta yang terdampak listrik padam di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana kota Jakarta yang terdampak listrik padam di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

PT PLN sebagai pihak tergugat, turut tergugat I Presiden RI, turut tergugat II Kementerian BUMN, dan turut tergugat III Kementerian ESDM.

Sekjen FAMI, Saiful Anam, mengatakan Presiden RI turut sebagai tergugat karena sebagai kepala negara ikut bertanggung jawab terhadap kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Harapannya, masyarakat terdampak pemadaman secara massal dan tiba-tiba mendapatkan ganti rugi yang setimpal," kata Saiful Anam, saat dihubungi, Kamis (8/8/2019).

Pada gugatannya, Saiful meminta PT PLN membayar ganti kerugian total 313 triliun. Terdiri dari Rp 213 triliun kerugian materil dan Rp 100 triliun immateril.

Jumlah itu berasal dari jumlah penduduk terdampak sebesar 21,3 juta dikali Rp 10 juta.

Selain itu, turut tergugat I Presiden RI, turut tergugat II Kementerian BUMN, dan turut tergugat III Kementerian ESDM, juga diminta untuk membayarkan ganti kerugian tersebut.

"(Pembayaran ganti rugi,-red) secara tanggung renteng," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved