Sofyan Djalil Persilakan Polisi Tindak Oknum BPN Jika Ada yang Terlibat Mafia Tanah

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, mengungkapkan pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian ATR/BPN untuk mengusut kasus penipuan

Sofyan Djalil Persilakan Polisi Tindak Oknum BPN Jika Ada yang Terlibat Mafia Tanah
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Menteri ART/Kepala BPN Sofyan Djalil 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, mengungkapkan pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian ATR/BPN untuk mengusut kasus penipuan pembelian rumah mewah atau kasus mafia tanah.

Hal tersebut diungkapkan Gatot, usai menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

"Kementerian ATR/BPN siap bekerja sama misalnya kalau kita menemukan surat tanah, surat tanah ini apakah betul atau palsu," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Baca: Rumah Berdaya Listrik 1.300 Watt Cukup Buat Ngecas Mobil Listrik

Baca: Hasil Piala AFF U-18 2019 - Timnas U-18 Indonesia Cukur Timor Leste 4-0

Baca: Hasil Akhir PSBS Biak vs Persis Solo Liga 2 2019: Laskar Sambernyawa Menang 0-1

Bahkan kepada Gatot, Sofyan Djalil mempersilakan polisi menindak jika ada anggota BPN atau kementeriannya yang terkait dengan kasus mafia tanah. Pihak Kementerian ATR/BPN siap membantu.

"Atau ada oknum sana (BPN) yang sengaja mengeluarkan. Kemudian umpamanya ini surat palsu, tapi kok bisa balik nama, nah itu kita dibantu pak menteri," tutur Gatot.

"Beliau sangat terbuka dan menyampaikan tadi kalau memang ada yang terlibat ya tindak saja oknum tersebut," tambah Gatot.

Meski begitu, penyidik hingga saat ini belum menemukan keterlibatan antara oknum BPN dengan kasus mafia tanah yang sedang ditangani Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap komplotan yang telah meraup total uang hingga Rp 214 miliar dari penipuan jual beli rumah mewah.

Tersangka yang dicokok polisi diantaranya D, R, S dan A. Mereka memiliki peran berbeda dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP atau 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved