Polri Selidiki Kasus Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang

Dari proses penyelidikan, ia mengatakan kepolisian akan melihat apakah ada kelalaian atau kesengajaan dari pihak tertentu dalam kasus ini.

Polri Selidiki Kasus Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang
Tribunnews.com/Reza Deni
Sisa-sisa tumpahan minyak di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri angkat bicara perihal kasus kebocoran atau tumpahan minyak Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya telah menyelidiki mengapa peristiwa kebocoran itu bisa terjadi dengan melakukan interview.

"Kita sudah melakukan penyelidikan mengapa peristiwa terjadi. Secara paralel melakukan interview kenapa persoalan ini terjadi kemudian menimbulkan dampak seperti ini," ujar Asep, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Dari proses penyelidikan, ia mengatakan kepolisian akan melihat apakah ada kelalaian atau kesengajaan dari pihak tertentu dalam kasus ini.

Baca: Kasus Penyerangan Kafe Tempat Suporter PSM Nobar, Delapan Orang Ditetapkan Tersangka

Namun, Asep mengatakan tak menutup kemungkinan dan mempertimbangkan pula faktor alam sebagai penyebab kebocoran minyak.

Saat ini, mantan Kapolres Bekasi Kota itu menyebut Pertamina bekerjasama dengan pemerintah dan kepolisian tengah berupaya agar tumpahan minyak ini tak semakin meluas.

"Upaya pencegahan (minyak) meluas sudah dilakukan oleh teman-teman Pertamina bekerjasama dengan pemerintah dan kepolisian. Yang utama sekarang ini melakukan upaya-upaya untuk tidak menimbulkan banyak korban, kemudian faktor lingkungan hidup dan manusia. Dari Pertamina melakukan rasa simpatik kepada masyarakat yang terkena kerugian itu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.373 jaring nelayan Karawang terkena tumpahan minyak Pertamina di Laut Jawa.

Baca: Ganjil-genap Diperluas akan Tingkatkan Jumlah Pemotor di Jalanan Jakarta

Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Karawang Setya Saptana mengatakan, jaring yang terpapar tumpahan minyak rata-rata milik nelayan dengan kapal di bawah 8 Gross Ton (GT).

"Jaring yang sudah kena tumpahan minyak susah dibersihkan," kata Setya, Senin (5/8/2019).

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved