Hari Masyarakat Adat Internasional

Menteri LHK Siti Nurbaya: Presiden Jokowi Menyayangi Masyarakat Hukum Adat

Dasar hukum dan pijakan konstitusional yang kuat sudah ada dan juga telah adanya pengakuan secara resmi oleh negara pada 30 Desember 2016

Menteri LHK Siti Nurbaya: Presiden Jokowi Menyayangi Masyarakat Hukum Adat
ist
Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (kedua kanan) bersama Sekjen PB AMAN Rukka Sombolinggi (kanan) dan pegiat masyarakat adat pada perayaan Hari Jadi Ke-20 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sekaligus peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional di Taman Ismail Marzuki, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menjelaskan seluruh masyarakat adat tidak boleh ada keraguan kepada pemerintah dan khususnya kepada Presiden Jokowi, yang betul-betul menyayangi masyarakat hukum adat di Indonesia.

Dasar hukum dan pijakan konstitusional yang kuat sudah ada dan juga telah adanya pengakuan secara resmi oleh negara pada 30 Desember 2016 setelah Indonesia Merdeka lebih dari 70 tahun, dan telah dirintis operasionalnya. 

“Tampak sangat jelas diaktualisasikan oleh Presiden dan pemerintah, seperti secara simbolik pada upacara resmi kenegaraan di Istana Negara dipakai pakaian adat. Begitu pula pada upacara resmi peringatan hari lahirnya Pancasila pada setiap 1 Juni,” ujar Siti Nurbaya saat mewakili Presiden dalam Perayaan 20 tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional 9 Agustus bertempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (10/8).

Presiden Joko Widodo tengah berada di luar negeri untuk kunjungan kenegaraan, saat acara ini digelar.

Siti Nurbaya juga bercerita “Pada kesempatan-kesempatan saya melaporkan kepada Bapak Presiden tentang hal berkenaan dengan masyarakat hukum adat, Bapak Presiden selalu bilang, mereka itu, masyarakat hukum adat adalah kawan-kawan saya, begitu kata Bapak Presiden, Jadi saya menangkap kesan bahwa Bapak Presiden menyayangi masyarakat hukum adat kita.”

Baca: Refleksi Perjalanan 20 Tahun AMAN, Festival Masyarakat Adat Undang Komunitas Batak sampai Papua

Baca: Joko Widodo Kunjungi Malaysia: Kenakan Pakaian Adat Bali Usai Kongres PDIP, Sempat Disopiri Mahathir

Baca: Kreatif di Media Sosial, Tumbuhkan Pembangunan Ekonomi Negara

HARI MASYARAKAT ADAT INTERNASIONAL - Komunitas Masyarakat Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) beserta berbagai komunitas masyarakat adat dalam pendampingan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak mengikuti acara peringatan Hari Jadi Ke-20 AMAN sekaligus Penringatan Hari Masyarakat Adat Internasional 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat Malam (9/8/2019). Acara dibuka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
HARI MASYARAKAT ADAT INTERNASIONAL - 12 komunitas masyarakat adat dalam pendampingan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak mengikuti acara peringatan Hari Jadi Ke-20 AMAN sekaligus Peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat Malam (9/8/2019). Acara dibuka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. (Hand-out)

Selanjutnya Siti Nurbaya menjelaskan bahwa tentang pengakuan, penghormatan, dan perlindungan masyarakat adat – yang dalam Undang-Undang Dasar 1945 juga disebut sebagai ‘Masyarakat Hukum Adat’ atau ‘Masyarakat Tradisional’.

Ini bukan hanya fenomena khusus Indonesia, tapi bersifat global dengan disahkannya The U.N. Declaration on the Rights of the Indigenous Peoples pada 13 September 2007 dalam Sidang Umum PBB.

Dikatakan Siti, adalah kenyataan bahwa demikian banyak masyarakat hukum adat yang telah ada selama ratusan tahun, kemudian dibangun negara bangsa.

Masyarakat hukum adat adalah entitas antropologis yang tumbuh secara alamiah pada suatu bagian muka bumi tertentu, dan terdiri dari berbagai komunitas primordial yang warganya mempunyai hubungan darah satu sama lainnya.

Seyogyanya, posisi masyarakat hukum adat akan jauh lebih baik dalam suatu negara bangsa, karena didasarkan pada faham kebangsaan dan asas kedaulatan rakyat.

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved