Di Hadapan Mentan Amran, Putri Ungkap Cita-Citanya Jadi Polwan

Mentan Amran menyambut kedatangan Putri bersama orang tuanya, Suparno (54) dan Mariani (44) di ruang kerjanya di Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta.

Di Hadapan Mentan Amran, Putri Ungkap Cita-Citanya Jadi Polwan
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Mentan Amran menyambut kedatangan Putri bersama orang tuanya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Saya ingin jadi Polwan," ucap Putri Dewi Nilaratih (14), warga Peureulak, Aceh Timur saat ditanyai cita-citanya oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pagi ini, Selasa (13/8/2019), Mentan Amran menyambut kedatangan Putri bersama orang tuanya, Suparno (54) dan Mariani (44) di ruang kerjanya di Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta.

Ketiganya diterbangkan langsung dari Aceh menuju Jakarta, ditemani Kepala Dinas Pertanian Aceh A Hanan, SP MM bersama Kabag Pengadaan Pangan Mukhlis, serta Hotriadi, Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Aceh Timur. Mereka menginap di Hotel Aston, Jakarta.

Suasana pertemuan siswi kelas 2 SMP dengan Mentan Amran itu berlangsung hangat dan santai. "Ayo ayo kita sambil minum teh dan makan kuenya. Jangan malu," ucap Amran.

Bos Tiran Group itu mengaku terenyuh membaca kisah putri yang pergi ke sekolah dalam keadaan kelaparan karena di rumahnya tak ada beras.

"Mengapa ingin jadi polwan?," tanya Amran. Putri menjawab, "Karena Polwan cantik dan rapi saya ingin seperti itu. Selain itu, pengin mengangkat derajat keluarga, biar berubah lah nasib kami."

Putri merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Ayah Putri, Suparno, bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan Rp80 ribu per hari. Sementara sang ibu, Mariani berjualan gorengan dengan untung sekira Rp20 ribu per harinya.

Setiap harinya, Putri berangkat sekolah diantarkan sang kakak naik motor, dan pulang jalan kaki sejauh 3 kilometer.

Baca: Kursinya Diincar PDIP, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Bahas Tanam Bawang Putih

"Saya juga dulu susah punya sapi 2 ekor, tapi 12 bersaudara. Bapa buruh bangunan, aku buruh batu jual ke proyek Rp16ribu per truk, Rp3 500 per ton. Jangan sedih kita lahir susah tapi generasi kita jadi harus berhasil," kata Amran kepada Putri dan orang tuanya.

Mendengar harapan tersebut, Mariani tak kuasa menahan tangis, ia mengelap air mata menggunakan kerudung berwarna pinknya.

Dalam kesempatan itu, Amran memberikan bantuan beruap satu ekor sapi betina, satu unit traktor roda dua, serta bibit jagung untuk lingkungan di sekitar rumah Putri.

"Kita berikan lapangan kerja, membuka lapangan kerja, nah seperti saudara kita ini si putri dan bapaknya ini masih kuat masih bisa menghasilkan, jangan berikan umpan, jangan berikan ikan, tapi pancingnya, kita beri traktor," ujar Amran.

"Penghasilannya bisa Rp 800 per hari atau Rp 1 juta, ya antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta penghasilannya nanti per bulan, jadi Putri bisa sekolah, anaknya bisa sekolah," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved