Kampungnya Dilanda Kekeringan, Warga Kulon Progo Saling Berbagi Air

Warga di sana membagi jadwal pengambilan air bersih dari sumur dalam agar tidak cepat habis sepanjang musim kemarau ini.

Kampungnya Dilanda Kekeringan, Warga Kulon Progo Saling Berbagi Air
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi - Kondisi areal persawahan yang mengalami gagal panen karena kekeringan di Pantura. 

TRIBUNNEWS.COM, KULON PROGO - Kekeringan masih melanda beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga di wilayah kekeringan terpaksa harus saling berbagi air bersih dari sumur-sumur yang ada.

Seperti yang dialami 70 kepala keluarga di Dusun Kaligede, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh. Dusun itu berada pada dataran tinggi Bukit Menoreh.

Warga di sana membagi jadwal pengambilan air bersih dari sumur dalam agar tidak cepat habis sepanjang musim kemarau ini.

Dengan cara ini, warga Kaligede bisa bertahan dari kemarau. Mereka bahkan belum pernah meminta bantuan pasokan air dari pemerintah karena berhasil mengatasi ketersediaan air dengan cara ini.

"Tergantung efisiensi masyarakat menggunakan air. Seperti di tempat saya, (masyarakat Kaligede) giliran," kata Heppy Eko Nugraha, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Selasa (13/8/2019). 

Baca: Fakta di Balik Driver Ojol Tewas Bersimbah Darah: Korban Pernah 2 Kali Buat Laporan KDRT Istri

"Yang berada di bawah mengambil malam, yang atas saat pagi. Yang penting bisa untuk mandi, masak, minum. Tidak boleh boros dan tidak boleh menangnya sendiri,” kata Heppy.

Menurut dia, warga mulai merasa kekurangan air baku mulai Juni 2019. Mereka sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih pada pemerintah.

Baca: KBRI Washington: Boeing Siap Cairkan Ganti Rugi untuk Ahli Waris Korban Lion Air 737-8 MAX

Setidaknya ini terungkap dari permohonan perwakilan kelompok masyarakat maupun pemerintah desa setempat.

Pemerintah Kulon Progo melalui Dinas Sosial dan sejumlah aksi CSR masih mampu menanganinya.

Selain itu, sekarang banyak dusun yang warganya masih bisa mencari jalan keluar memperoleh air dengan kearifan lokal mereka. Keberhasilan mengatasi kesulitan air bersih akibat kekeringan itu membuat situsi sekarang belum terasa berat seperti di tahun sebelumnya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved