Wacana Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Politisi Kalau Usul Jangan Asal

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute tersebut mengatakan usulan dari Bamsoet tersebut dinilai tidak punya dasar.

Wacana Presiden Dipilih MPR, Pengamat: Politisi Kalau Usul Jangan Asal
ISTIMEWA
Direktur Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo

Argumentasi Bamsoet lanjut Karyono yang menyebut bahwa pemilihan langsung menimbulkan sentimen SARA, tak bisa menjadi alasan.

Menurutnya ada instrumen hukum lain yang bisa menangani.

Tinggal dipertegas saja jika ada perilaku SARA yang merusak, maka aparat hukum bisa bertindak.

Adapun soal biaya besar, masih banyak celah lain untuk efisiensi.

“Kalau ada kendala di Undang-undangnya sehingga Pemilu menimbulkan politik uang, politisiasi SARA dan sebagainya, tinggal dipertegas saja dari sisi hukumannya," ujar Karyono.

Karyono pun berharap jangan sampai, pernyataan pemilihan presiden oleh MPR justru kontraproduktif dan hanya membuat gaduh dan menuai polemik tak produktif.

Sebaiknya politisi justru mengikuti apa yang diinginkan publik.

Tak kalah penting, ada evaluasi jelas baik dari stekaholder, DPR, tokoh politik, akademisi, lembaga survei. Tidak bisa asal bicara.

Sementara itu Analis Politik Jerry Sumampouw juga mempertanyakan wacana Bamsoet karena terlalu buru-buru dan tidak ada urgensinya.

Ia curiga, ada motif politik lain. Untuk menaikkan posisi tawar.

"Wajar kalau kemudian orang ada kepentingan politik," kata dia.

Karena itu, ia melihat usul itu tak relevan dengan semangat publik yang ingin transparan dalam demokrasi.

Karena jika benar diterapkan, sebuah kemunduran politik jika hak pemilihan langsung masuarakat hilang kemudian dialihkan ke MPR yang rentan penyimpangan, seperti pernah terjadi di era Orde Baru.(Willy Widianto)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved