Idul Adha 2019

Bule Kanada yang Potong Daging Kurban di Depok Ternyata Mantan Tentara PBB

"Saya melakukan ini bukan karena ingin diakui, diterima. Atau orang-orang jadi banyak yang suka karena saya bule. Saya bantu karena ingin berbagi."

Bule Kanada yang Potong Daging Kurban di Depok Ternyata Mantan Tentara PBB
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Martin Pistagnesi (49), seorang WNA mualaf ikut memotong daging kurban Idul Adha di Depok, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019) 

"Background saya tentara. Saya membantu melindungi dan mengirimkan pasokan makanan ke mereka. Itu tanggung jawab tentara PBB," kenangnya.

Namun menginjak usia 25 tahun, ia memutuskan keluar menjadi tentara dan kembali meneruskan pendidikan.

"Sampai akhirnya di Kanada saya bisnis. Tapi sangat lelah, akhirnya keliling berbagai negara dan akhirnya berlabuh ke sini," tambahnya.

Tak Suka Jeroan dan Makanan Berminyak

Selepas membantu warga potong daging kurban, Martin mendapatkan jatah satu kilogram daging sapi dan satu kilogram daging kambing.

Namun, ia mengaku tak suka menyantap jeroan yang turut diberikan di dalam bungkusan itu.

"Tapi jeroan saya enggak makan, enggak suka," ujarnya seraya tertawa.

Rencananya, daging pemberian warga bakal ia sate atau dibuat barbeque.

Selain itu, ia termasuk pemilih untuk soal makanan.

Sebab, sebagian besar makanan di Indonesia berminyak.

"Kalau mau sehat dipanggang atau direbus. Saya udah mual dengan banyak makan makanan berminyak di sini," ucapnya.

 100 Anggota Polsek Tamansari Jalani Tes Urine Dadakan

 Iriana Merasa Keasinan Rasakan Daging Kurban Olahan Chef Hotel Bintang 5

Saat penyembelihan hewan kurban, Martin sempat diajak untuk menyaksikannya.

Tapi, ia menolak ajakan pihak panitia.

"Di Somalia saya melihat lebih parah ketimbang hanya sapi yang dipotong. Saya memang enggak mau melihat, karena saya enggak nyaman saja," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com : https://jakarta.tribunnews.com/2019/08/13/cerita-martin-bule-kanada-potong-daging-kurban-mantan-tentara-pbb-hingga-nyaman-tinggal-di-depok?page=all.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved