Indonesia dan Timor Leste Sepakat Kampanyekan Ekosistem Perairan Laut Besar Indonesia

Kerjasama kedua negara tersebut dibingkai dalam proyek “Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesian Seas”.

Indonesia dan Timor Leste Sepakat Kampanyekan Ekosistem Perairan Laut Besar Indonesia
ISTIMEWA
Peserta Regional Communication Workshop berfoto bersama seusai acara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Perairan Ekosistem Laut Besar Indonesia (Indonesia Sea Large Marine Ecosystem/ISLME) yang dihuni lebih dari 185 juta orang memiliki megadiversity tidak ada bandingannya di dunia.
Namun kekayaan ini terancam punah oleh over esksplotasi dan perubahan iklim.

Baca: KPK Perpanjang Masa Penahanan Tangan Kanan Mantan Bupati Labuhanbatu

Pemerintah Indonesia dan Timor Leste dengan dukungan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Global Environment Fund (GEF) hari ini (14/8) menyepakati strategi komunikasi yang efektif untuk mengkampanyekan pentingnya kawasan tersebut bagi dunia.

Baca: Lindungi Konsumen, Bisnis Emas Digital Harus Sesuai Regulasi Bappebti

Kerjasama kedua negara tersebut dibingkai dalam proyek “Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesian Seas”.

“Nilai strategis lain dari kawasan ISLME adalah adanya inisiatif manajemen regional, yaitu Coral Triangle Initiative (CTI) dan Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), ” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar dalam sambutannya saat membuka pada kegiatan ISLME Regional Communication Workshop.

"Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan di kawasan ini tidak hanya akan menjadi cerminan dari keberhasilan pengelolaan ekosistem laut besar Indonesia, tetapi juga kawasan dan juga cerminan pengelolaan ekosistem laut besar di dunia, ” lanjutnya.

ISLME merupakan salah satu dari 66 Large Perairan Laut Besar (LME) di dunia dan berada di nomor 38 dengan 98% kawasan berada dalam wilayah perairan Indonesia, dan 2% merupakan teritori Timor-Leste.

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang masuk dalam ISLME yaitu WPPNRI yang tersebar di pesisir pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Sedangkan di Timor-Leste, Atapupu menjadi titik cross border yang berbatasan dengan Batugade di propinsi Nusa Tenggara Timur.

“Menjadi penting untuk berbagi informasi dan menangani isu perbatasan dan isu lainnya yang berhubungan dengan ekosistem di wilayah ISLME. Proyek ISLME telah membantu Timor-Leste untuk stock assessment sebagai sebuah bentuk kolaborasi,”Direktur Jenderal untuk Perikanan dari Kementriaan Pertanian dan Perikanan Timor-Leste Acacio Guterres dalam sambutannya.

Baca: Ada 44 Video Mesum Garut Tiga Pria Lawan Satu Wanita, Bisa Ditebus Pulsa XL Rp 50 Ribu

Turut hadir dalam workshop ini Direktur Jenderal untuk Lingkungan Joao Carlos dari pemerintahan Timor Leste.

Baca: Bursa Transfer Pemain: AS Monaco Resmi Rekrut Ben Yedder dan Henry Onyekuru

Proyek ini memperat kerjasama regional dan dukungan pada manajemen berkelanjutan yang efektif untuk kawasan ISLME dan meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan dan ketahanan pangan dengan mengarusutamakan gender.

Baca: Kakek Nenek Melawan Perampok Bersenjata Pakai Sandal dan Kursi Viral, Lihat Videonya

“Pelibatan kelompok perempuan diprioritaskan di bidang-bidang utama dengan implikasi gender yang kuat seperti mata pencaharian alternatif, perdagangan lokal dan kegiatan pasca panen terutama yang terkait dengan rantai pasokan,”FAO-R Ageng Herianto menyampaikan pandangannya terkait pengarusutamaan gender dalam proyek ini.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved