Perlu Perubahan atau Revisi Kebijakan Terkait Konstruksi dan Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur ratusan bahkan ribuan triiun dikeluarkan tiap tahun tidak mampu menaikan pertumbuhan ekonomi

Perlu Perubahan atau Revisi Kebijakan Terkait Konstruksi dan Infrastruktur
Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH
Para pekerja proyek di lokasi pembangunan Tol Kunciran – Serpong di Jombang, Tangerang Selatan, Minggu (24/2/2019). Jalan Tol Kunciran – Serpong diperkirakan bisa beroperasi pada April 2019 mendatang. Tribunnews/Muhammad Fadhlullah 

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Leny Maryouri, seorang ahli pendanaan Infrastruktur menyebut, infrastruktur bisa memacu pertumbuhan ekonomi apabila dilakukan dengan strategi yang baik.

Saat ini industri konstruksi di Indonesia saat ini nyaris pingsan ini akibat pemerintah dininabobokan kalo Infrastruktur itu memberikan multiplayer effect hanya jangka panjang maka harus mau berkorban jangka pendek ini.

"Sehingga itulah yang salah saat ini. Ini merupakan kesalahan pemerintah,  bukan kesalahan bersama," kata Leny Maryouri PhD dalam keterangan pers, Rabbu (13/8/2019).

Dikatakannya, pembangunan Infrastruktur ratusan bahkan ribuan triiun  dikeluarkan tiap tahun tidak mampu menaikan pertumbuhan ekonomi.

Apalagi menyumbang naiknya derajat hidup masyarakat dalam jangka pendek.

"Pemerintah lupa, bahwa investasi yang sangat besar itu dikeluarkan saat proses konstruksi, dibandingkan menunggu multiplayer effect setelah Konstruksi selesai, saat operasional nanti hanya tinggal operasional n maintenance expenditure sehingga terlewat masa Konstruksi maka terlewat kesempatan mendapatkan gain yg besar," katanya.

Baca: Cekcok 2 Pemotor Berujung Rantai Motor Melayang Di Kepala Salah Satunya, Diduga Karena Senggolan

Kesalahan Pemerintah saat ini, secara kebijakan terlalu membebaskan import materials dan bahkan labors dari luar negeri.

"Sehingga keuntungan terbesar atas adanya proses Konstruksi didapat oleh kontraktor terutama asing dan supplier materials import, money out flow," katanya.

Pemerintah perlu menyadari kesalahan 5 tahun terakhir kalo ingin kedepan bonus Konstruksi Infrastruktur utk rakyat Indonesia, maka perlu rubah kebijakan

Mulai batasi penggunaan materials import, hilangkan pekerja labor import, gunakan lokal material sebanyak-banyaknya juga pekerja lokal serta produk turunannya utk menumbuhkan industri Konstruksi dalam Negeri kembali

Supaya Infrastruktur memberikan multiplayer effect jangka pendek secara langsung kepada Masyarakat
Naiknya kesejahteraan masyarakat akan menyumbang pertumbuhan pada industry real lainnya, misal Perumahan n pasar, dan seterusnya

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved