Pesan ‎Presiden untuk Kontingen Indonesia yang Akan Bertanding di World Skills Competition 2019

Jokowi mengaku sudah mendapat informasi, kontingen Indonesia banyak meraih mendali emas di berbagai bidang lomba dan kejuaraan

Pesan ‎Presiden untuk Kontingen Indonesia yang Akan Bertanding di World Skills Competition 2019
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi usai shalat Idul Adha di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri membawa beberapa perwakilan kontingen Indonesia yang akan berkompetisi di ajang World Skills Competition 2019 di Kazan, Rusia bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (14/8/2019).

"Saya sudah diberi cerita beberapa kali oleh Pak Menteri Pendidikan dan Pak Menaker mengenai Worl‎d Skills Competition ini baik di tingkat nasional, ada di tingkat regional Asia dan tingkat dunia," kata Jokowi.

‎Jokowi mengaku sudah mendapat informasi, kontingen Indonesia banyak meraih mendali emas di berbagai bidang lomba dan kejuaraan, mulai dari Fashion Technology, IT Network Systems Administration, Welding, Electonic, Web Design, dan lainnya.

Baca: Enzo Allie Raih Skor Tinggi Usai Jalani Tes Tambahan, TNI AD Pilih Pertahankan Jadi Catar Akmil

Jokowi menyatakan sangat mendukung anak-anak bangsa untuk kembali meraih prestasi di ajang World Skills Competition 2019 yang akan berlangsung di Kazan, Rusia, 22-27 Agustus 2019. 

Baca: Kesaksian Keluarga Idap Kanker Payudara, Sembuh Total Usai Minum Air Rebusan Akar Bajakah

"Saya dukung sekali keikutsertaan dalam Worls Skills‎ Competition di Rusia. Saya kira kita ingin menunjukkan bahwa talenta yang kita miliki itu bisa berkompetisi, bisa bersaing dengan negara yang lain," kata Jokowi.

Baca: Ganti Rugi untuk Keluarga Ahli Waris Korban Boeing 737-8 Max Lion Air Lebih dari Rp 2 Miliar

Dia juga meminta para kontingen Indonesia belajar dari negara lain apa Skills yang dibutuhkan ke depan karena negara kini sudah benar-benar berubah.

Terlebih kebutuhan-kebutuhan saat ini tidak seperti dulu. Banyak kebutuhan yang tidak terduga. Termasuk muncul pula pekerjaan-pekerjaan baru yang dulunya tidak disangka-sangka.

"Saya sangat mendukung dan optimis kita punya kesempatan untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan berguna bagi negara," kata Jokowi.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved