1.000 Kiai Rumuskan Piagam Bali dalam Munas Alim Ulama Jelang Muktamar Muktamar PKB

Menjelang pelaksanaan Muktamar V di Nusa Dua, Bali pada 20-21 mendatang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumpulkan 1.000 kiai

1.000 Kiai Rumuskan Piagam Bali dalam Munas Alim Ulama Jelang Muktamar Muktamar PKB
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ilustrasi: Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam peringatan hari lahir ke-21 PKB, di Kantor Dewan Pengurus Pusat PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Muktamar V di Nusa Dua, Bali pada 20-21 mendatang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumpulkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri dalam forum Munas Alim Ulama se-Indonesia.

Acara yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2019 mendatang, akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Prof. Nadirsyah Hosen, hingga Gus Miftah.

Koordinator Munas Alim Ulama Saifullah Maksum mengatakan Munas tersebut merupakan salah satu rangkaian Muktamar.

"Munas Alim Ulama se-Indonesia adalah membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya serta keagamaan." ujar Saifullah di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Baca: Pegawai Honorer Samsat Gelapkan Uang Rp 2,1 M demi Gaya Hidup, Suami jadi Korban

Baca: Viral Gajah Kurus Sri Lanka, Dipaksa Berparade 10 Hari, Sempat Ditutupi Kostum hingga Muncul Petisi

Baca: Amirul Hajj Terkesan dengan Museum Sahabat Nabi

Baca: Meski Sudah Pensiun, Kehebatan Susy Susanti Tetap Melekat di Ingatan Pelatih Asal Korea Selatan Ini

Saifullah menambahkan, dalam forum tersebut para kiai juga akan melakukan diskusi terkait dengan revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang.

"Para kiai juga akan membuat rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali," ucapnya.

Diharapkan lewat forum tersebut akan muncul rekomendasi yang dapat menciptakan terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang damai tanpa ada permasalahan terkait terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang belakangan menjadi isu serius yang dihadapi bangsa ini.

Tidak hanya itu, para ulama yang hadir dalam forum tersebut juga akan menggelar tasyakuran atas pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya dengan terpilihnya Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan presiden dan wakil presiden Periode 2019-2024.

Terlebih, Kiai Ma'ruf yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU, sebelumnya merupakan Rais Aam atau pimpinan tertinggi PBNU.

Sekitar 1000 ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren sudah siap menghadiri Mukhtamar yang di gelar di Nusa Dua, Badung, Bali pada 20-22 Agustus 2019.

Diantara para ulama itu, ada sosok cendikiawan Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons), Ph.D atau akrab disapa Gus Nadir. Termasuk da'i kondang pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, yang selalu menebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

"Gus Nadir dan Gus Miftah sudah siap hadir bersama ulama dan kiai-kiai pengasuh pondok pesantren se-Indonesia," ujar Wasekjen DPP PKB Ahmad Iman, Kamis (15/8/2019).

Ahmad Iman mengatakan, Muktamar PKB ini bukan sekedar agenda bisa yang rutin dilakuka lima tahun sekali, namun menjadi kesempatan silatirrahmi para ulama. Membahas agenda-agenda kebangsaan dan keagamaan.

"Biar bagaimana pun, PKB kan lahir dari rahim NU. Wajar kalau setiap agenda PKB dimeriahkan oleh ulama, dan yang dibahas masalah-masalah kebangsaan dan keumatan," jelas Ahmad Iman.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved