20 Persen Kaki Orang Indonesia Datar, Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Haji

BERDASARKAN penelitian Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR (Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), sebanyak 20 persen kondisi kaki orang

20 Persen Kaki Orang Indonesia Datar, Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Haji
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Direktur Utama PT RS Haji Jakarta, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR (Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), bekerja sama dengan Produsen Sepatu Andre Valentino luncurkan sepatu khusus jemaah haji yaitu Sepatu SHL SHOE, Rabu, (14/8/2019) bertempat di Plataran Menteng, Jl. HOS. Cokroaminoto, Jakarta. Sepatu khusus haji ini dibandrol dengan harga Rp 450 - Rp 750 ribu. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - BERDASARKAN penelitian Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR (Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), sebanyak 20 persen kondisi kaki orang Indonesia mengalami kelainan yang dinamakan dengan kaki bebek atau datar (pes planus).

Pada prinsipnya, secara ilmu perkakian jenis kaki ada tiga, selain kaki datar, ada juga sangat lekuk. Yang ketiga adalah kaki normal. Sehingga ketiga kriteria itu tadi dipakai oleh seluruh dunia adalah kelompok kaki yang memang ada di setiap kelainan. "Kalau dari penelitian saya, itu ada riset prevalensi kaki yang datar pada kira-kira 9 kloter Jemaah Haji. Nah kalau 9 kloter kali 500 orang, ini artinya 20% mengalami kaki datar," jelas Dokter Syarief disela acara peluncuran Sepatu SHL Shoe, sepatu khusus haji, Rabu (14/8/2019) bertempat di Plataran Menteng, Jl. HOS. Cokroaminoto, Jakarta.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Kaki datar ini memengaruhi kemampuan kaki untuk berjalan. Di mana saat melalukan toe off, gerakan mengungkit, dia akan menggeser berat badan ke jempol kakinya sehingga kontraksi otot-otot tungkai akan bertambah. Tulang belakang, paha, hingga ke betis. Itu akan berpengaruh pada kemudahan sehingga cepat mengalami capek otot atau fatigue. Fatigue Muscle diakibatkan oleh gesekan dan gerakan yang berlebih. Kalau tidak diadakan koreksi dengan lekukan dengan membuat insole di dalam lekuknya maka proses jalannya akan sangat ketinggalan dan mudah capek.

Berjalan dengan tidak benar karena bentuk kaki yang tidak normal akan memengaruhi vaskularisasi jantung ke seluruh tubuh apalagi dalam kondisi stres, stres emosional. "Ini juga akan membuat lelah, lelah umum yang bercampur pegel, capek, tekanan batin, panas suhu, sosial budaya itu semua satu manifestasi klinis, sehingga timbul jantung rematik triggernya lelah," terangnya.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Awal penelitian
Hal ini bermula saat lulus menjadi dokter dari Fakultas Kedokteran YARSI. Ia memulai kariernya menjadi pegawai Kementerian Kesehatan di sub direktorat haji dan melihat data ada angka kesakitan kaki. Dokter Syarief pun melihat ini adalah suatu masalah karena tidak dilakukan upaya preventif yang maksimal. "Ternyata banyak hal yang bisa dilakukan sebagai upaya preventif bukan hanya kondisi klinis penyakitnya tetapi juga terkait dengan anatomi dan fisiologi calon jemaah tersebut. Anatomi itu termasuk anatomi kaki, anatomi tungkai," ucapnya.

Kondisi kaki manusia sangat beragam, ia menggambarkan ada orang yang tungkainya pendek sebelah, kakinya juga datar. Hal inilah yang kemudian menjadi fokusnya untuk meneliti kaki terutama untuk telapak kakinya. Ia berhasil mengumpulkan data-data dan mengambil disertasi di Fakultas Kedokteran UI untuk melakukan penelitian kemampuan endurance pada jemaah haji yang mempunyai kaki datar itu 2008.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

"Saya kemudian juga ambil post doctoral di Keio University Hospital di Tokyo, Jepang. Itu juga mengenai koreksi insole melalui sistem komputer, sehingga insole tidak dibuat per individu. Di sana digeneralisir berdasarkan arkusnya, di sana jika dianalisis ini kelihatan kakinya kemampuannya sekian. 10 orang berjalan bisa langsung dimonitor dan itu diambil reratanya, kemudian dibuatlah insole-insole yang sesuai.

Ia menambahkan meski sama-sama Asia dan memiliki kemiripan, kaki orang Jepang lebih kecil. Hal ini dilakukannya melalui penelitian dengan komputerisasi bekerja sama dengan universitas di Kanada. Tidak lama, sepulangnya ke Indonesia, tepatnya di Jakarta, ia pun mempublikasikan hasil penelitian itu.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

"Saya juga membuat secara manual problematika kaki pada pasien-pasien saya di mana akhirnya saya lakukan quick print satu-satu kemudian saya koreksi sendiri, saya buat insolenya juga, saya pilih bahannya juga, ini saya buat secara manual, tentu saja ini sangat kasar, tapi secara fungsi betul. Kemudian saya bekerja sama dengan tukang saya dengan latar belakang orthotic prosthetic yang ada pendidikannya di Solo. Dibuatlah koreksi manual yang saya buat sampai sekarang sehingga saya menemukan produsen sepatu Andre Valentino di sini untuk bekerja sama menyosialisasikan insole yang saya buat untuk kasus-kasus kaki," katanya dia.

Jemaah haji Indonesia
Tidak lepas dari perhatiannya adalah terkait perilaku penduduk Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah haji dengan hanya mementingkan motivasi dan kesanggupan fisik secara awam. Baginya hal itu tidak cukup. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk kesiapan fisik yang berhubungan dengan kaki.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Dia mengatakan terkait fisik secara spesifik yaitu kaki jarang ada yang memperhatikan. "Padahal kaki itu bagian utama untuk tawaf, sa'i, berjalan, itu bagian dari ibadah. Jika diabaikan permasalahan kaki ini maka akan mengalami kelelahan hingga kehabisan energi atau yang kita kenal dengan fatigue," katanya.

Dokter Syarief kemudian menyarankan agar kelelahan ini diatasi sebelum menjadi kelelahan yang diderita tubuh lebih luas lagi dan menjadi kesakitan yang berisiko tinggi. "Maka persoalan kakinya harus diatasi dulu agar nanti tidak merembet kepada fatigue yang sifatnya lebih sistemik atau general," tambah Direktur Utama PT RS Haji Jakarta ini.

Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji.
Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Jamaah Haji. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)
Editor: FX Ismanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved