Kisah Inspiratif Anak Sopir Truk dari Mamasa Terpilih Jadi Paskibraka di Istana

Wisko Pralista, anak sopir truk ini lolos jadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Kepresidenan Jakarta

Kisah Inspiratif Anak Sopir Truk dari Mamasa Terpilih Jadi Paskibraka di Istana
KOMPAS, JUNAEDI dan IST Tribunnews
Kisah Haru Perjuangan Anak Sopir Truk Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara 

Wisko bersama Ibu dan keluarganya tinggal di rumah kayu berukuran 4x6 meter milik di Desa Osango, Mamasa.

Tak ada perabotan mewah. Hanya ada sejumlah peralatan dapur dan sepatu lusuh yang setiap hari digunakan Wsiko ke sekolah.

Baca: Gelar Gladi Kotor, Ini Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2019 dari 34 Provinsi, Siap Bertugas

Baca: Anggota Paskibraka di Bogor Hilang Sejak Akhir Juli, Terakhir Pamit Pergi untuk Belajar Kelompok

Sepatu itu juga yang digunakan Wisko untuk berlatih baris-berbaris, hingga dirinya diyatakan lolos seleksi Paskibraka.

Di dalam kamarnya pun tak ada barang mewah.

Hanya satu foto kecil milik Wisko dan sebuah alas tidur atau kasur usang yang masih dipakai.

Namun, keterbatasan orangtuanya tak mengurangi niat dan semngat Wisko menjadi siswa berprestasi.

Wisko dikenal sebagai anak yang rajin dan tekun berlatih.

Ibunya sehari-harinya bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Sosial Pemkab Mamasa. (KOMPAS/ JUNAEDI)
Ibunya sehari-harinya bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Sosial Pemkab Mamasa. (KOMPAS/ JUNAEDI) ()

Di mata kedua orangtua, Wisko dikenal sebagai pribadi sederhana dan sabar.

Meski tahu orangtuanya hidup terbatas, Wisko tak pernah patah semangat dalam belajar.

Juniawan, Ayah Wisko yang berprofesi sebagai sopir truk bangunan mengatakan, rasa lelah dan cepeknya bekerja tiba-tiba sirna setelah mendapat kabar anaknya bakal menjadi duta pengibaran Bendera Merah Putih di Istana.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved