Pertemuan Prabowo dengan Suharso jangan Diartikan Terlalu Jauh

Dengan adanya pertemuan itu bukan berarti Prabowo sudah memutuskan akan bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi.

Pertemuan Prabowo dengan Suharso jangan Diartikan Terlalu Jauh
Tribunnews.com/ Reza Deni
Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto Subianto dijadwalkan bertemu dengan Plt Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfa di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (15/8/2019).

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta pertemuan tersebut jangan diartikan terlalu jauh. Menurutnya pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa.

"Komunikasi biasa dalam rangka silaturahmi tujuannya tentu menghadirkan keguyuban nasional, hal-hal seperti itu," ujar Dahnil saat dihubungi, Kamis, (15/8/2019).

Baca: Banyak Tokoh Terkenal Dulunya Juga Paskibraka

Menurutnya, pertemuan yang rencananya digelar pukul 16.00 Wib tersebut merupakan hal yang wajar.

Dengan adanya pertemuan itu bukan berarti Prabowo sudah memutuskan akan bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi.

"Saya pikir satu hal yang wajar ya jangan ditafsirkan ke lebih jauh karena memang pertemuan politisi tokoh politik ini hal yang biasa saja, Pak Prabowo tentu terbuka dengan siapa saja untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi," katanya.

Baca: 8 Wisata Negeri di Atas Awan di Indonesia, dari Puncak B29 hingga Kebun Buah Mangunan

Sampai saat ini menurutnya, Prabowo belum memutuskan apakah akan berada di jalur oposisi atau bergabung dengan koalisi pemerintah. Yang pasti menurutnya Prabowo hanya menginginkan bahwa apapun posisi Gerindra, harus bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Ya kuncinya kan gitu, yang diluar juga berkontribusi, yang di dalam juga berkontribusi yang jelas komitmen Pak Prabowo memastikan misalnya kalau beliau berada di dalam pemerintahan, pemerintah harus konsisten pada ekonomi pembangunan yang ideologi adalah konstitusi kita yaitu pasal 33, pun demikian kalau di luar pemerintahan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved