Satgas Antimafia Bola Jilid II Terima Sejumlah Laporan secara Hotline dari Masyarakat

Satgas Antimafia Bola Jilid II telah menerima sejumlah laporan secara hotline dari masyarakat terkait pertandingan sepakbola.

Satgas Antimafia Bola Jilid II Terima Sejumlah Laporan secara Hotline dari Masyarakat
Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengungkap bahwa Satgas Antimafia Bola Jilid II telah menerima sejumlah laporan secara hotline dari masyarakat terkait pertandingan sepakbola.

Meski demikian, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya masih akan melakukan verifikasi dan klarifikasi apakah laporan tersebut dapat didalami lebih jauh.

"Laporan secara hotline ada beberapa kasus yang dilaporkan masyarakat terkait menyangkut masalah pertandingan. Namun demikian perlu diverifikasi dan klarifikasi lagi oleh Satgas, apakah laporan tersebut bisa ditingkatkan ke penyidikan atau perlu didalami lagi," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019). (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

Ia mengatakan Satgas Antimafia Bola Jilid II sendiri telah melakukan rapat perdana yang dipimpin oleh Kasatgas Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo, Rabu (14/8) kemarin.

Selain menyelesaikan perkara yang menjerat mantan Exco PSSI Hidayat dan pemilik PS Mojokerto Putra Vigit Waluyo, 13 sub-satgas di masing-masing Polda telah langsung memonitor setiap pertandingan di Liga 1.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu juga menuturkan para pemain, wasit, dan perangkat pertandingan yang telah dilaporkan namun masih terlibat di kompetisi hingga saat ini akan menjadi prioritas Satgas Antimafia Bola Jilid II.

"Artinya kehadiran satgas memberikan warning kepada seluruh perangkat pertandingan, pemain dan yang terlibat pertandingan tersebut untuk tidak melakukan pengaturan skor dan match fixing. Apabila terbukti perbuatan tersebut, maka tidak segan dilakukan penindakan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, 13 Sub-satgas Antimafia Bola Jilid II melakukan pertemuan di Jakarta dengan dipimpin Kasatgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo, Rabu (14/8).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pertemuan itu akan dilakukan untuk mematangkan konsep pelaksanaan tugas di masing-masing sub-satgas.

"Besok masih ada pertemuan dengan mengundang 13 sub-satgas untuk mematangkan konsep pelaksanaan tugas di sub-satgas. Bekerjanya dengan pihak PSSI untuk mengawasi pertandingan di 13 wilayah, agar betul-betul jangan sampai terjadi pengaturan skor dalam setiap pertandingan," Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan Satgas Antimafia Bola Jilid II juga akan fokus menyerap informasi dari masyarakat.

Terutama apabila dalam pertandingan ditemukan informasi dan bukti cukup kuat terkait pengaturan skor, maka Dedi mengatakan sub-satgas akan melakukan penegakan hukum secara awal.

"Nanti satgas pusat akan melakukan asistensi. Kalau dalam penyidikan tersebut ternyata melibatkan kelompok orang dalam pertandingan lain di beberapa wilayah, baru satgas pusat men-take over," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved