KPK Ngotot Tersangka Korupsi Tetap Diborgol, Ini Alasannya

Selain itu, keluarga tahanan juga mengeluhkan tindakan berlebihan pengawal dari KPK yang ikut masuk ke ruang dokter pada saat pemeriksaan.

KPK Ngotot Tersangka Korupsi Tetap Diborgol, Ini Alasannya
Tribunnews/JEPRIMA
Bupati Kudus Muhammad Tamzil dalam keadaan diborgol usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019). KPK menetapkan Bupati Kudus Muhammad Tamzil sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan. Tamzil diduga menerima suap terkait pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan Ombudsman Republik Indonesia memproses pengaduan dari keluarga tahanan terhadap lembaga antirasuah. Pelaporan terkait para tahanan yang kerap diborgol meski sedang berobat.

"Kalau mereka (keluarga tahanan) mengadu ke Ombudsman karena mereka diborgol, ya silakan saja diproses," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Dia memastikan, pihak lembaga antirasuah akan tetap melakukan prosedur yang sudah ditetapkan dalam mengawal para tahanan. Apalagi, kasus korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

"KPK tetap menerapkan ini karena mereka adalah pihak-pihak yang diduga menjadi pelaku kejahatan luar biasa, sehingga upaya pengamanan dilakukan secara ekstra," kata Febri.

Baca: Gagal Masuk Paskibraka Labuhan Batu, Koko Ardiansyah Bantah Hoax Ibu Sampai Utang buat Jahit Seragam

Baca: DOWNLOAD Lagu-lagu HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, Lengkap Lirik dan Video, Unduh MP3 & MP4 di Sini!

Baca: Cemburu dan Sakit Hati, 5 Pelaku Ini Bunuh Gadis Tegal, Dimasukkan dalam Karung Tinggal Tulang

Baca: Terkuak Motif Pembunuhan Gadis dalam Karung, Dijerat Pasal Berlapis Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Menurut Febri, tak ada tahanan yang senang diborgol saat keluar dari rumah tahanan (rutan).

"Kalau soal borgol, tersangka dan tahanan kasus korupsi itu tidak ada yang senang diborgol," kata Febri.

Sebelumnya, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Adrianus Eliasta Meliala mengaku, pihaknya tengah mendalami laporan keluarga tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka melaporkan, tahanan KPK selalu diborgol meski sedang berobat atau beribadah.

"Jadi yang melapor pada Ombudsman adalah keluarga tahanan yang mengeluhkan beberapa hal, sebagai contoh misalnya mereka mengeluh karena tahanan harus mengenakan borgol dan rompi tahanan pada saat berobat," ujar Adrianus di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, keluarga tahanan juga mengeluhkan tindakan berlebihan pengawal dari KPK yang ikut masuk ke ruang dokter pada saat pemeriksaan.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved