HUT Kemerdekaan RI

PDIP: Indonesia Merdeka Bermakna Pembebasan dari Belenggu Penjajahan Serta Bangun Persaudaraan Dunia

Hasto Kristiyanto mengatakan, bangun SDM unggul sebagai syarat berkemajuan dalam seluruh aspek kehidupan.

PDIP: Indonesia Merdeka Bermakna Pembebasan dari Belenggu Penjajahan Serta Bangun Persaudaraan Dunia
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai gelaran Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan dengan penuh gelora api perjuangan mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, Jayalah Indonesia Raya, Kekal Abadi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, bangun SDM unggul sebagai syarat berkemajuan dalam seluruh aspek kehidupan.

Sebab, kemerdekaan punya makna pembebasan dari berbagai belenggu penjajahan dan semangat bangun persaudaraan dunia.

Baca: Hendi Total Dukung Jokowi Wujudkan Indonesia Maju Di HUT RI Ke-74

"Ini tercapai apabila setiap warga bangsa hebat dan berkualitas, punya semangat berdedikasi bagi kemajuan bangsanya," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Sabtu (17/8/2019).

Hasto menyebut, semangat kemerdekan Indonesia karena percaya pada kekuatan sendiri.

Hasto pun mengutip teks pidato Bung Karno yang menyampaikan pidato singkat dan menegaskan 'Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya'.

Baca: Penampilan Terbaru Siswi SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Pembawa Bendera Pusaka di Upacara Istana

“Semangat percaya pada kekuatan sendiri inilah yang harus dibangkitkan kembali," ucap Hasto.

Bagi PDI Perjuangan, pidato Bung Karno tersebut mencerminkan kesadaran yang kuat, bagaimana seluruh bangsa seharusnya percaya pada kekuatan sendiri.

Perjuangan memajukan Indonesia Raya memerlukan syarat penting, 'nation and character building', bangga dengan jati diri kita sebagai bangsa yang satu dan bertanah air satu, Indonesia.

Ketika semangat juang tersebut dibangun sebagai satu jiwa, satu kehendak, dan satu cara gotong royong untuk memerdekaan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan, maka disitulah semangat merah putih itu menyatukan.

"Diskriminasi dan intoleransi, adalah bagian dari bentuk penjajahan. Karena itulah semangat 'one for all, all for one' harus dibangun. Kita percaya bahwa Indonesia yang maju apabila sumber daya manusia Indonesia mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, bangga dengan jati diri kebudayaan kita, dan hadir sebagai bangsa yang berdisiplin, taat hukum, dan punya 'long-run vision', jauh ke depan, termasuk semangat membangun persaudaraan dunia yang bebas dari berbagai belenggu penjajahan," papar Hasto.

"Kita sekarang telah merdeka, namun perjuangan belum selesai. Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Jayalah Indonesia Raya!!!," tutup Hasto.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved