BERITA FOTO: Detik-detik Saat Polwan di Bandung Jatuh Ketika Melakukan Atraksi di Moge

Menurut pantauan Tribun Jabar, ruas jalan tumplek dengan lautan manusia dipenuhi beragam kostum warna-warni.

BERITA FOTO: Detik-detik Saat Polwan di Bandung Jatuh Ketika Melakukan Atraksi di Moge
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Polwan yang terjatuh dari moge mencoba bangkit 

Menurut pantauan Tribun Jabar, ruas jalan tumplek dengan lautan manusia dipenuhi beragam kostum warna-warni.

Semua peserta maupun warga, menebar senyum.

Catatan Tribun, ini yang pertama digelar di Kabupaten Bandung.

"Karnaval ini sangat meriah, selama saya tinggal di Soreang, ini kayanya yang pertama dan terbesar," ujar Suciwati (36)‎ warga kompleks Soreang Indah. Ia datang bersama anak dan suaminya.

Baca: Bripda Indah, Polwan yang Ikut Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Kalimantan

Ia datang sedari pagi saat belum panas terik matahari.

Keluarga ini menikmat setiap rangkaian karnaval yang tersaji. Apalagi, ini kali pertama digelar semeriah tahun ini.

"Istri dan anak terhibur. Suasana karnaval dan para pesertanya menarik dan seru. Harapannya tetap dipertahankan dan rutin digelar tiap tahun," ujar Ramdan (37), suami Suciwati.

Materi yang disajikan peserta karnaval jadi sajian yang menarik, kata Romi (30).

Menurut dia, ini karnaval pertama dan terbesar di Kabupaten Bandung. Kemeriahannya membuatnya berkesan.

"Karena selama ini, kan, tidak pernah ada karnaval sebesar dan semeriah ini. Jadi kami juga kaget ternyata sekeren ini," kata Romi, warga kompleks Gading Tutuka.

Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan, mengatakan pihaknya melibatkan penari dari seluruh sanggar tari di Kabupaten Bandung dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

"Total peserta dalam karnaval ini sekitar 3.000 personel, untuk penari sendiri sekitar 2.000 penari yang berasal dari seluruh sanggar tari dan komunitas di Jawa Barat," kata Vena.

Vena menambahkan, tari Ceta Cetok Kuminyar merupakan tarian jaipongan yang dimodifikasi menjadi tarian kontemporer.

Nantinya para penari ini akan mengenakan cetok atau topi petani dan membawa hihid atau kipas bambu berwarna merah putih.

"Mereka berlatih sejak dua bulan ke belakang untuk mempersiapkan karnaval ini. Workshop dan coaching dilakukan tiap minggu," katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Detik-detik Polwan Cantik Bandung Jatuh dari Moge, Padahal Aksinya Keren, Berdiri dan Lepas Tangan

Penulis: Yongky Yulius

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved