Rusuh di Papua

Kepala Daerah Dan Tokoh-tokoh Diharapkan Bisa Redam Aksi di Papua dan Papua Barat

Selain itu negara harus segara hadir dengan pendekatan yang lebih humanis, berkeadilan dan berkemanusian dalam meredam situasi di Papua dan Papua Bara

Kepala Daerah Dan Tokoh-tokoh Diharapkan Bisa Redam Aksi di Papua dan Papua Barat
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
Ribuan masyarakat dari Abepura 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Para kepala daerah, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat diharapkan bisa mengarahkan aksi protes dan aksi kekecewaan tidak sampai berujung anarkis di Papua dan Papua Barat.

Hal itu disampaikan Inisiator Gerakan Satu Bangsa, Stefanus Gusma kepada Tribunnews.com, Senin (19/8/2019).

"Juga organisasi-organisasi kepemudaan di sana segera melakukan konsolidasi dengan tetap pada komitmen kebangsaan Sumpah Pemuda 1928. Aksi kekerasan tidak boleh berlanjut, karena hanya akan menjadi spiral kekerasan berikutnya," ujar Stefanus Gusma.

Selain itu negara harus segara hadir dengan pendekatan yang lebih humanis, berkeadilan dan berkemanusian dalam meredam situasi di Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, situasi yang terjadi saat ini membutuhkan penanganan yang tepat dan berkeadilan.

Baca: Sedang Laporkan Aksi Protes secara Live, Reporter TV Meksiko Ini Tiba-tiba Dihajar Pria Tak Dikenal

Penegakan hukum dan HAM harus dibarengi dengan konsolidasi tokoh dan organisasi dengan platform kebangsaan.

"Jangan ada sakit hati sesama anak bangsa yang diakibatkan ujaran kebencian atau ujaran bersentimen SARA, karena itu musuh Pancasila," ucap Stefanus Gusma.

Panglima TNI: Kita Berkoordinasi dengan Tokoh Masyarakat

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan terkait kondisi dan situasi keamanan menyusul kerusuhan massa yang terjadi di Manokwari, Papua, pada Senin (19/8/2019) pagi.

Ia mengatakan telah memantau kondisi keamanan di Manokwari sejak pagi hingga siang hari ini. Selain itu, ia juga mengatakan memantau para personel di Kodam XVIII Kasuari orang per orang. Ia memastikan, hingga saat ini situasi masih bisa dikendalikan.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved