Soal Wacana Pimpinan MPR Jadi 10 Orang, Elite PKS: Dalam Politik, Efisiensi Kadang Dikorbankan

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik usulan penambahan pimpinan MPR RI menjadi 10 orang.

Soal Wacana Pimpinan MPR Jadi 10 Orang, Elite PKS: Dalam Politik, Efisiensi Kadang Dikorbankan
tribunnews.com/ Chaerul Umam
Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik usulan penambahan pimpinan MPR RI menjadi 10 orang.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menilai sepuluh pimpinan MPR RI terlalu besar dan tentu akan menambah anggaran yang cukup besar juga.

"Sepuluh memang besar untuk jabatan pimpinan. Anggaran bisa tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Dalam politik yang sedang berkembang, efisiensi kadang dikorbankan," ujar Mardani Ali Sera kepada Tribunnews.coom, Selasa (20/8/2019).

Baca: Didukung PASI, Maybank Marathon 2019 Jadi Ajang Kualifikasi untuk PON 2020

Baca: Mengaku Jatuh Cinta, Seorang Ibu Muda Nekat Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Bocah SD

Baca: Bangga! Delapan Anak Indonesia Cetak Prestasi pada Pelatihan Sempoa Internasional

Menurut Mardani Ali Sera, saat ini yang perlu dilakukan adalah penguatan demokrasi menjadi substantif dan berkualitas ketimbang penambahan jumlah pimpinan MPR.

Belum lagi dia menilai, tidak banyak juga kerja MPR RI.

"Janganlah, kerjanya juga enggak banyak, setahun 2 kali sidang MPR," jelasnya.

Ia pun menegaskan, rencana revisi UU MD3 untuk menambah jumlah pimpinan MPR tidak sesuai dengan niat PKS dalam membangun birokasi yang ramping.

"Dalam rangka politik akomodatif boleh. Tetapi jatuhnya agak cenderung kayak bagi-bagi jabatan. Dan apakah efektif? Enggak juga. Tergantung leadership-nya," ucapnya.

Koalisi Jokowi

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved