Jokowi Ingatkan Kader PKB Tantangan Membangun SDM Unggul

"Tantangannya kita akan lebih besar karena kita ingin bangun SDM. Apa sih yang ingin kita kerjakan di sini? Ini akan dimulai dari dalam kandungan."

Jokowi Ingatkan Kader PKB Tantangan Membangun SDM Unggul
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan baju adat Bali saat menghadiri Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali pada hari ini, Selasa (20/8/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan kepada kader PKB saat membuka Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019) malam. 

Jokowi mengatakan tantangan bangsa Indonesia ke depan akan lebih besar karena pemerintah akan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar bisa bersaing dengan negara lain.

Baca: Kisah Ari Digandeng Kaesang Bangun Sang Pisang, Jokowi Tak Tahu Angkat-angkat Pisang dari Pasar

"Tantangannya kita akan lebih besar karena kita ingin bangun SDM. Apa sih yang ingin kita kerjakan di sini? Ini akan dimulai dari dalam kandungan. Bayi di dalam kandungan harus kita urus benar, entah itu nutrisinya dan itu urusan Menkes yang paling utama," ujar Jokowi di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Jokowi menyatakan, pemerintah tidak ingin ada lagi bayi yang alami stunting.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memastikan saat ini angka bayi dengan stunting telah menurun secara signifikan.

"Dan begitu lahir yang kita urus masalah gizi dan tambahan makanan bagi anak-anak. Ini urusan mendasar. Dan pendidikan mendasar," tutur Jokowi.

Menurutnya, hal yang paling penting dalam pembangunan SDM yang unggul adalah melalui pembangunan karakter anak bangsa. 

Jokowi menilai toleransi dan nilai budi pekerti sangat penting ditanamkan kepada anak Indonesia saat ini.

"Karakter seperti ini yang harus kita bangun. Sopan dan santun terhadap orang tua baru masuk kepada pendidikan menengah dan di sini akan dikenalkan bagaimana membangun team work, membangun daya kritis sampai kepada ilmu kejuruan," tegas Jokowi.

Dirinya memprediksi bahwa pekerjaan di bidang tertentu akan segera tidak diminati lagi.

Baca: Kader PKB asal Papua Teriakkan Ini Saat Jokowi Tinggalkan Arena Muktamar

Seperti pekerjaan sopir karena pabrikan mobil tengah merancang mobil yang bisa berkendara sendiri.

"Nanti semua diprogram. Ini sudah bukan akan. Hati-hati mengenai seperti ini kalau tidak diantisipasi kita akan tertinggal," pungkas Jokowi.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved